Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 19:20 WIB

Peringatan Polusi Udara di Thailand: Masker Disarankan untuk Traveler

Author

Peringatan Polusi Udara di Thailand: Masker Disarankan untuk Traveler

Traveler yang berencana mengunjungi Thailand disarankan untuk membawa masker sebagai langkah pencegahan terhadap polusi udara yang memburuk.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Badan Pengembangan Teknologi Geoinformatika dan Antariksa (GISTDA) Thailand telah mengeluarkan peringatan terkait meningkatnya kadar partikel PM2,5 di sejumlah wilayah.

Meningkatnya Kadar PM2,5 di Thailand

Aplikasi Check Foon menunjukkan lonjakan yang signifikan dalam kadar PM2,5 pada Senin, 1 Desember 2025. Partikel halus ini, yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer, dapat dihasilkan dari asap kendaraan, emisi industri, kebakaran hutan, atau debu perkotaan.

Kandungan PM2,5 yang tinggi dapat masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah, yang berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti batuk, sesak napas, iritasi paru, dan bahkan penyakit jantung.

Data terbaru menunjukkan lima provinsi di Thailand telah masuk ke dalam zona merah, menandakan bahwa polusi telah melampaui batas aman bagi kesehatan.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Kualitas Udara di Bangkok dan Daerah Lainnya

Kualitas udara di Bangkok juga berada dalam kondisi mengkhawatirkan, dengan konsentrasi PM2,5 mencatat ambang batas merah di 48 distrik. Beberapa distrik yang memperlihatkan kadar tertinggi termasuk Nong Khaem dan Bang Bon.

Pusat informasi kualitas udara Administrasi Metropolitan Bangkok melaporkan bahwa pada pukul 07.00, konsentrasi PM2,5 di ibukota mencapai 45 µg/m³, yang lebih tinggi dari standar nasional sebesar 37,5 µg/m³.

Distrik dengan kadar PM2,5 tertinggi termasuk Lat Krabang, Nong Khaem, dan Ratchathewi, masing-masing dengan konsentrasi di atas 52 µg/m³.

Tindakan Pencegahan untuk Masyarakat dan Turis

Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan turis untuk mengenakan masker bersertifikasi PM2,5 saat beraktivitas di luar ruangan. Sebaiknya, pembatasan aktivitas yang menghasilkan beban berat juga disarankan untuk mengurangi dampak polusi.

Masyarakat diharapkan untuk memantau gejala seperti batuk, sesak napas, dan iritasi mata. Kelompok rentan sangat dianjurkan untuk menggunakan masker setiap kali berada di luar rumah.

Penghindaran olahraga berat di luar ruangan serta mengikuti saran medis sangat dianjurkan agar kesehatan tetap terjaga.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU