Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 19:19 WIB

Pemerintah Fokus pada Pengawasan Impor Pakaian Bekas, Pedagang Dikhawatirkan Dampaknya

Author

Pemerintah Fokus pada Pengawasan Impor Pakaian Bekas, Pedagang Dikhawatirkan Dampaknya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fokus pemberantasan barang impor pakaian bekas ilegal akan dilakukan di pelabuhan, bukan di pasar. Langkah ini bertujuan untuk melindungi industri lokal dan pendapatan negara tanpa mengganggu aktivitas pedagang.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Dalam pernyataannya, Purbaya menekankan perlunya pengawasan ketat di pelabuhan untuk mengatasi masuknya barang-barang thrifting ilegal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemakaian produk lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor yang merugikan.

Pemberantasan Impor Ilegal di Pelabuhan

Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa upaya pemberantasan barang impor ilegal akan dimulai dari pelabuhan. Dalam pernyataannya, ia menegaskan, 'Saya enggak akan merazia ke pasarnya, saya cuma di pelabuhan aja', menunjukkan komitmen untuk tidak mengganggu aktivitas pedagang di pasar.

Langkah ini diambil untuk menyekat masuknya barang-barang thrifting ilegal yang merugikan penerimaan negara, terutama dari sektor industri lokal. Dengan fokus pengawasan di pelabuhan, Purbaya menjelaskan bahwa diharapkan pasokan barang di pusat-pusat thrifting bisa lebih banyak menggunakan produk lokal.

Dia juga berharap tindakan pengawasan ini bisa meningkatkan penggunaan barang-barang dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, sehingga menurunkan ketergantungan pada produk ilegal dari luar negeri.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Respon Para Pedagang Pakaian Bekas

Respon dari pedagang pakaian bekas cukup beragam, salah satunya datang dari Surni yang berjualan di Pasar Senen. Ia menyatakan, 'Kalau informasi bakal ada sidak dan penindakan di sini, lumayan khawatir karena biasanya barang bisa disita, alhasil kami enggak bisa berjualan, nanti penghasilan drop.'

Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Dani, seorang pedagang lainnya. Ia mencermati bahwa produk lokal umumnya kurang menarik bagi konsumen. Ia menjelaskan, 'Sekarang ya memang banyak yang cari impor, jadi kalau misal nanti disuruh jual yang lokal, bisa saja, tapi kadang peminatnya kurang dan kualitasnya juga enggak bagus-bagus banget.'

Kondisi ini menambah kompleksitas antara usaha untuk mempromosikan produk lokal dan realita di lapangan yang dihadapi oleh para pedagang.

Efek terhadap Industri Lokal

Tindakan yang diambil oleh Purbaya Yudhi Sadewa dapat dipandang sebagai usaha untuk memperkuat daya saing produk lokal. Pengurangan produk impor diharapkan akan memberikan kesempatan lebih baik bagi pelaku usaha lokal dalam memasarkan produk mereka.

Purbaya menekankan pentingnya peraturan yang jelas dan ketat untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi industri lokal. Ia menyatakan bahwa hal ini juga dapat mencegah praktik-praktik merugikan yang selama ini menghantui pasar.

Meskipun kekhawatiran dari pedagang cukup besar, pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan yang diperlukan dan mendorong kepatuhan terhadap aturan untuk menjaga keberlanjutan industri.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU