BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 14:27 WIB

Gubernur NTT Tanggung Jawab atas Kejadian Tragis Siswa SD Berakhir Hidup

Gubernur NTT Tanggung Jawab atas Kejadian Tragis Siswa SD Berakhir HidupGubernur NTT Tanggung Jawab atas Kejadian Tragis Siswa SD Berakhir Hidup

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengekspresikan penyesalannya setelah seorang siswa SD berinisial YBS berusia 10 tahun mengakhiri hidupnya. Kejadian ini diduga dipicu oleh kekecewaan akibat ketidakmampuan untuk membeli alat tulis sekolah.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Dalam pernyataannya, Melki menegaskan adanya kegagalan dalam menanggapi kebutuhan masyarakat, yang jadi sinyal bahaya bagi pemerintah. Insiden ini menuntut perhatian serius untuk menangani isu-isu sosial yang ada.

Refleksi Kegagalan Pemerintah

Melki Laka Lena menganggap kejadian ini mencerminkan kegagalan berbagai pranata sosial yang harusnya melindungi warganya. "Ini kan kita tidak tahu apa yang salah, tapi pranata sosial kita berarti gagal urus model beginian," ujarnya di acara peresmian Fakultas Kedokteran di Kupang.

Ia menekankan pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh terkait penanganan masalah ini, meminta semua pihak untuk hadir dan bersikap proaktif. "Saya minta kita semua hadir di tempat ini, para pejabat-pejabat daerah, termasuk diri saya sendiri kayak gini cukup terakhir sudah," tambahnya.

Melki menegaskan bahwa tanggung jawab harus menjadi prioritas, dengan tindakan tegas bagi siapa pun yang terlibat dalam kesalahan. Hal ini bertujuan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pada setiap masalah sosial yang ada.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri

Kronologi Kasus YBS dan Kondisi Keluarga

Kasus yang mengguncang ini melibatkan YBS, siswa kelas IV SD, yang diduga mengambil keputusan tragis setelah ketidakmampuan untuk membeli alat tulis. Ia meminta uang Rp10.000 kepada ibunya, yang sayangnya tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.

Ibu YBS, seorang petani yang juga buruh serabutan, mengatakan bahwa ia tidak memiliki dana untuk membantu anaknya. Hal ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga di daerah tersebut.

Keputusan ekstrem yang diambil YBS menyoroti kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam mengakses kebutuhan dasar yang fundamental.

Dampak Insiden dan Harapan Perubahan

Melki Laka Lena mengakui rasa malu sebagai gubernur akibat kejadian tragis ini. "Malu saya sebagai gubernur model ini. Masa ada warga negara mati hanya karena model begini," ungkapnya.

Dia menekankan pentingnya perubahan dalam pengelolaan bantuan sosial dan pelayanan publik untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Sumber daya yang telah dialokasikan seharusnya memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Melki berkomitmen untuk menyelidiki akar masalah dan siap bertanggung jawab jika ada kesalahan dalam pengelolaan. "Kalaupun saya salah, saya siap dituntut, kesalahan itu ada dimana, siap dia dituntut," tegasnya.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gubernur NTT Tanggung Jawab atas Kejadian Tragis Siswa SD Berakhir Hidup

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!