Pengumuman Pahlawan Nasional: Soeharto Masuk Daftar Calon
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan untuk mengumumkan sepuluh nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional pada Senin, 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Salah satu nama yang disebutkan adalah Soeharto, yang memicu berbagai reaksi masyarakat dan menciptakan perdebatan panas di kalangan publik.
Rencananya, pengumuman ini akan dilakukan oleh Presiden Prabowo di Jakarta. Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, 'Besok, Insya Allah akan diumumkan. Iya (oleh Presiden Prabowo langsung). Kurang lebih sepuluh nama.'
Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November memberikan konteks yang tepat untuk pengumuman ini. Gelar Pahlawan Nasional memang diberikan kepada individu yang dianggap berjasa bagi bangsa.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Ketika ditanya mengenai keberadaan Soeharto dalam daftar tersebut, Prasetyo menegaskan, 'Ya, masuk, masuk.' Ini menunjukkan pengakuan terhadap jasa Soeharto sebagai mantan presiden.
Kontroversi pun muncul, sebab Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK) sebelumnya telah mengkaji 49 nama, dengan Soeharto salah satunya yang banyak dibahas.
Belum lama ini, sekitar 500 aktivis dan akademisi mengekspresikan penolakan terhadap pengusulan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Bonnie Triyana, Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI-P, juga menegaskan penolakannya terkait pemberian gelar ini.
Namun, tidak sedikit juga yang mendukung. Sejumlah organisasi massa Islam, termasuk PBNU dan MUI, memberikan dorongan agar Soeharto menerima gelar tersebut. Hal ini menunjukkan keragaman pandangan yang berkembang di masyarakat.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: