Selasa, 10 MARET 2026 • 14:31 WIB

Iran Menegaskan Kendali atas Akhir Perang di Timur Tengah

Author

Iran Menegaskan Kendali atas Akhir Perang di Timur Tengah

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa hak untuk mengakhiri perang di Timur Tengah berada di tangan Iran, bukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengklaim bahwa konflik di kawasan itu akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Pernyataan Resmi IRGC

IRGC mengungkapkan, 'Kamilah yang akan menentukan akhir perang.' Pernyataan ini menunjukkan posisi mereka dalam konflik berkepanjangan antara AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari.

Dalam rilis yang diterbitkan pada Selasa (10/3), IRGC menegaskan bahwa mereka memiliki kontrol situasi di kawasan dan membantah pernyataan Trump mengenai penyelesaian konflik.

Mereka juga menyatakan, 'Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami. Pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang.'

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Klaim Trump dan Reaksi Pasar

Pada konferensi pers di Florida pada Senin (9/3), Trump menyebutkan bahwa konflik antara AS-Israel dan Iran akan segera berakhir. Ia menegaskan, 'Ini akan segera berakhir, dan jika dimulai lagi, mereka akan terkena dampak yang lebih parah.'

Pernyataan ini berupaya meredakan keresahan di pasar yang bergejolak akibat potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.

Bursa saham Wall Street menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan mengakhiri hari dengan angka positif setelah pernyataan Trump, meskipun harga minyak dunia mengalami lonjakan.

Perkembangan Terbaru di Iran

Hari yang sama, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pengganti ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan AS-Israel.

Peluncuran rudal oleh Iran ke sejumlah wilayah, termasuk Israel dan negara-negara Arab, menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan ini belum mereda.

Selat Hormuz, jalur krusial bagi pasokan energi global, mulai ditutup oleh Iran sehari setelah serangan tersebut, mencerminkan situasi yang semakin rumit di Timur Tengah.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU