PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta melaporkan bahwa hingga awal Maret 2026, sebanyak 583.178 tiket terjual untuk periode Angkutan Lebaran.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Periode ini akan berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026, dengan tingkat okupansi kereta jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen mencapai sekitar 56 persen.
Rincian Penjualan Tiket
Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, menyatakan bahwa penjualan tiket tertinggi terjadi pada periode favorit masyarakat, yaitu 11-20 Maret 2026, mencapai 404.537 tiket.
Tanggal 18 Maret tercatat penjualan sebanyak 48.593 tiket, diikuti 19 Maret dengan 47.542 tiket, dan 17 Maret mencapai 47.426 tiket. Ini menjadi indikasi meningkatnya minat perjalanan selama Lebaran.
Setelah 23 Maret hingga 1 April 2026, masih tersedia 367.592 kursi, yang memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan mereka.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Ketersediaan Kursi Berdasarkan Kelas
PT KAI telah menyiapkan total 510.408 kursi untuk kelas eksekutif, dengan 307.743 kursi yang masih tersedia, serta 453.216 kursi untuk kelas ekonomi komersial yang menyisakan 161.317 kursi.
Ada juga 79.948 kursi untuk kelas ekonomi PSO, di mana 7.863 kursi masih bisa dipesan. Dengan demikian, terdapat beragam pilihan bagi masyarakat untuk mudik.
Total saat ini masih ada 476.923 kursi yang bisa dipesan, memberikan opsi bagi penumpang untuk memilih kereta yang sesuai.
Kereta Api Favorit Masyarakat
Kereta yang menjadi favorit masyarakat dari Stasiun Gambir antara lain Pandalungan, Argo Semeru, dan Gunungjati.
Dari Stasiun Pasar Senen, kereta seperti Bengawan, Airlangga, dan Kertajaya juga menunjukkan popularitas tinggi di kalangan penumpang.
Franoto menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan bijak dan memanfaatkan fitur kemudahan yang ditawarkan KAI.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: