Insiden ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Korban tewas bernama Abdurrahman (15) dan Supriyadi (50) setelah mengalami cedera parah akibat ledakan tersebut.
Insiden dan Korban
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menjelaskan bahwa Abdurrahman meninggal setelah dirawat di RSUD dr. Soebandi Jember. 'Hari ini kami mendapatkan laporan bahwa satu korban ledakan petasan meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit di Jember,' dilansir dari Antara.
Supriyadi, yang berusia 50 tahun, juga tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan setelah ledakan. Selain itu, lima orang lainnya mengalami luka-luka dan kini dalam perawatan di RSUD Asembagus.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Detail Kejadian dan Penanganan
Ledakan petasan terjadi pada pagi hari, menyebabkan kerusakan yang signifikan dan menarik perhatian tim medis serta kepolisian setempat. Korban Abdurrahman mengalami luka bakar yang parah, mencapai 90%, dan tidak mampu bertahan setelah menerima perawatan intensif.
Kepolisian langsung melakukan tindakan cepat setelah kejadian, mengumpulkan informasi dari saksi mata untuk mendalami penyebab dan lokasi ledakan.
Dampak dan Respons Komunitas
Insiden ini menciptakan dampak yang besar bagi masyarakat setempat, selain kerugian fisik, juga menimbulkan trauma psikologis di kalangan warga. Kepolisian mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan petasan, terutama yang ilegal.
Polisi juga berencana untuk menyelidiki lebih lanjut penggunaan petasan ilegal, serta berupaya meningkatkan regulasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: