Harga cabai merah mengalami lonjakan signifikan menjelang bulan Ramadan, dengan beberapa daerah mencatatkan harga hingga Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh hambatan distribusi yang dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa hujan yang terus menerus telah mengganggu proses distribusi cabai ke pasar. Meskipun hasil panen baik, pengangkutan terhambat, sehingga memengaruhi harga di pasaran.
Pengaruh Cuaca Terhadap Distribusi
Kondisi cuaca yang buruk telah membuat distribusi cabai terhambat. "Jadi kami sudah koordinasi dengan asosiasi petani, karena hujannya terus-terusan," jelas Mendag Budi Santoso.
Kendala ini menjadi perhatian utama bagi para petani dan pedagang, karena meski hasil panen baik, pengangkutan yang sulit berimbas langsung pada harga cabai di pasaran.
Permintaan yang meningkat menjelang Ramadan semakin memperburuk situasi, mendorong harga cabai untuk terus melonjak.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Data Harga Cabai di Berbagai Daerah
Menurut laporan terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per tanggal 12 Februari 2026, hampir semua jenis cabai menunjukkan kenaikan harga. Cabai rawit merah di Kalimantan Tengah misalnya, tembus harga Rp104 ribu per kilogram.
Di DKI Jakarta, harga cabai rawit merah tercatat Rp96 ribu per kilogram, sementara di Papua mencapai Rp94.500 per kilogram. Rata-rata nasional untuk cabai merah besar tercatat Rp44.600 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 7,34 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Data ini menunjukkan pola kenaikan yang signifikan di seluruh daerah, menciptakan kekhawatiran di kalangan konsumen.
Kenaikan Harga Cabai di Berbagai Jenis
Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah, yang naik sebesar 11,18 persen menjadi Rp76.550 per kilogram dalam sepekan terakhir. Cabai merah keriting juga mengalami kenaikan 9,79 persen, mencapai Rp46.550 per kilogram.
Sementara cabai rawit hijau mencatatkan peningkatan harga sebesar 2,45 persen menjadi Rp54.300 per kilogram. Wilayah Timur Indonesia dan Kalimantan menunjukkan kenaikan tertinggi, dengan harga cabai rawit merah melebihi Rp90 ribu per kilogram.
Dengan pesatnya kenaikan harga ini, diharapkan petani dan pedagang dapat beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: