Kasus pencurian pelat besi pada jembatan penyeberangan orang (JPO) terjadi kembali di Jakarta Barat, tepatnya di JPO Sahabat pada 24 Januari lalu. Insiden ini memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan yang melintas di fasilitas publik tersebut.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengungkapkan bahwa kehilangan pelat besi ini mengancam keselamatan. Ia mendesak pemerintah untuk meningkatkan sistem pengawasan di fasilitas publik guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kejadian Pencurian yang Berulang
Pencurian pelat besi di JPO bukanlah peristiwa baru di Jakarta. Beberapa insiden sebelumnya menunjukkan bahwa pengamanan aset publik masih lemah dan perlu ditingkatkan.
Khoirudin menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh hilangnya pelat besi. "JPO itu fasilitas keselamatan. Kalau lantainya bolong, risikonya fatal. Ini menyangkut nyawa orang," tegasnya.
Fenomena pencurian ini memicu pertanyaan tentang langkah-langkah keamanan yang ada dan efektivitasnya dalam melindungi fasilitas publik.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Kebutuhan Sistem CCTV yang Efektif
Khoirudin menekankan urgensi pemasangan CCTV di lokasi yang rentan pencurian. "CCTV itu perlu dan relevan, tapi jangan sekadar dipasang. Harus dipastikan aktif, terawat, dan ada pemantauan real-time," ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar sistem CCTV terintegrasi dengan kepolisian untuk memudahkan tindakan cepat. "CCTV harus terintegrasi dengan respons cepat dari petugas, baik kepolisian, Satpol PP, maupun dinas terkait. Kalau hanya merekam tanpa tindak lanjut, itu percuma," jelas Khoirudin.
Integrasi ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap kejadian yang tidak diinginkan.
Usulan Material Alternatif untuk JPO
Khoirudin tidak hanya menyerukan pengaktifan CCTV, tetapi juga mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan penggunaan material yang lebih aman. Ia berpendapat bahwa desain dan material JPO sebaiknya dievaluasi agar tidak terus jadi sasaran pencurian.
"Kalau memang memungkinkan, desain dan material JPO juga perlu dievaluasi. Jangan sampai fasilitas publik terus jadi sasaran karena nilai besinya tinggi. Ini harus ditangani serius dan menyeluruh," ungkapnya.
Hilangnya pelat besi berukuran 1x2 meter di JPO Sahabat meningkatkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, yang kini lebih berhati-hati saat melintas.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: