Jumat, 23 JANUARI 2026 • 19:40 WIB

Membandingkan Blue Matcha dan Matcha Hijau: Mana yang Lebih Aman untuk Diabetes?

Author

Membandingkan Blue Matcha dan Matcha Hijau: Mana yang Lebih Aman untuk Diabetes?

Tren blue matcha kini menjadi sorotan banyak konsumen yang peduli akan kesehatan sambil menikmati minuman menarik. Muncul pertanyaan, apakah blue matcha lebih aman bagi penderita diabetes dibandingkan matcha hijau yang sudah lebih dikenal?

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Kedua jenis minuman ini menawarkan manfaat kesehatan, namun penting untuk memahami perbedaannya agar tidak terjebak dalam kesan 'sehat' yang mungkin menipu. Dari komposisi hingga pengaruhnya terhadap kadar gula darah, banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.

Perbedaan Antara Blue Matcha dan Matcha Hijau

Matcha hijau dan blue matcha memiliki bentuk bubuk yang dapat disajikan dalam variasi minuman panas atau dingin. Namun, bahan dasar keduanya berbeda; matcha hijau berasal dari daun teh hijau yang digiling halus, sedangkan blue matcha terbuat dari bunga telang kering.

Kandungan nutrisi kedua jenis matcha ini juga berbeda. Matcha hijau mengandung kafein dan nutrisi seperti katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang berkontribusi positif pada metabolisme dan sensitivitas insulin.

Penelitian yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa keberadaan katekin dalam matcha hijau bisa membantu mengendalikan glukosa darah meski efeknya bersifat moderat. Sementara itu, blue matcha tidak mengandung kafein dan komponen aktif yang sama dengan matcha hijau.

Meskipun bunga telang dikenal memiliki kandungan antioksidan, bukti tentang kemampuannya dalam mengontrol gula darah masih terbatas, sehingga dampaknya belum teruji sekuat matcha hijau.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Efek Konsumsi Terhadap Kadar Gula Darah

Kedua matcha ini tergolong rendah kalori dan tidak mengandung gula alami yang signifikan. Namun, saat dikonsumsi, seringkali keduanya ditambahkan pemanis seperti gula atau sirup, yang berpotensi berdampak pada kadar gula darah.

Beberapa studi menunjukkan bahwa gula tambahan, terutama dalam bentuk cair, lebih cepat diserap ke dalam tubuh dan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Ini berarti bahwa baik matcha hijau maupun blue matcha yang disajikan sebagai latte dapat mengandung lebih banyak gula daripada yang diharapkan oleh penderita diabetes.

Meskipun blue matcha sering dianggap lebih aman karena bebas kafein, kenyataannya konsumsi pemanis tambahan tetap harus diwaspadai. Asupan gula berlebih tanpa disadari dapat menyebabkan fluktuasi glukosa, yang sering kali tidak disadari oleh konsumennya.

Persepsi Tentang Label 'Sehat'

Label 'minuman sehat' sering kali membentuk persepsi positif di kalangan konsumen meskipun tidak selalu mencerminkan realitas. Dengan adanya warna hijau dari matcha dan biru dari blue matcha, banyak yang menganggap kedua minuman ini aman untuk penderita diabetes, tanpa memikirkan kandungan gula yang mungkin tinggi.

Penelitian mengenai 'health halo effect' menunjukkan bahwa persepsi sehat dapat menyebabkan individu mengonsumsi lebih banyak tanpa memperhatikan nilai gizi. Dalam hal ini, rasa aman yang salah dapat mendorong konsumsi gula berlebih secara tidak sadar.

Bagi individu dengan risiko diabetes, yang terpenting adalah memeriksa kandungan gula dari minuman tersebut, bukan hanya warna atau label yang tertera. Kedua jenis matcha bisa dianggap relatif aman jika disajikan tanpa tambahan pemanis.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU