Truk tronton dengan muatan lebih dari 30 ton kini dilarang melintas di jembatan bailey di Kutablang, Kabupaten Bireuen, akibat kerusakan struktural pada jembatan tersebut.
Keputusan ini diambil setelah ditemukan potensi kelebihan tonase yang dicurigai menyebabkan kerusakan yang mengganggu aktivitas lalu lintas di area tersebut.
Kondisi Jembatan dan Dampaknya
Jembatan bailey di Bireuen merupakan jalur penting yang menghubungkan jalan lintas nasional di wilayah pesisir timur. Jembatan ini mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda pada akhir November 2025 dan baru selesai diperbaiki pada akhir Desember 2025.
Saat ini, petugas sudah menerapkan sistem buka tutup untuk kendaraan yang ingin melintasi jembatan, demi mengatur lalu lintas dan mencegah potensi kecelakaan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan larangan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat yang bergantung pada infrastruktur tersebut.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Langkah Pemerintah dan Penanganan Jangka Pendek
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikan masalah ini. Dua unit timbangan truk direncanakan akan dipasang di dua titik strategis.
"Saat ini, dua unit timbangan truk telah dipersiapkan oleh Kementerian Perhubungan dan akan ditempatkan di dua titik, masing-masing dari arah Lhokseumawe dan Banda Aceh," kata Muhammad MTA.
Pemerintah berharap, dengan pengukuran muatan yang tepat, masalah kelebihan muatan dapat diminimalisir sehingga kerusakan lebih lanjut dapat dihindari.
Reaksi dari Pengusaha Transportasi
Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Aceh, melalui perwakilannya Muhammad Furqan Firmandez, menyatakan keprihatinan terhadap kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa larangan tersebut akan berdampak signifikan pada transportasi barang, khususnya sembako.
"Tentu kebijakan itu juga berdampak besar pada naiknya harga sembako seperti harga telur, minyak, sirup dan bahan baku lain," ungkapnya.
Furqan juga menambahkan bahwa jika pengusaha terpaksa mengambil jalur alternatif, waktu tempuh dan biaya transportasi akan meningkat, yang pada akhirnya dapat menambah harga barang di pasaran.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: