Pemerintah Kota Tangerang Selatan merespons cepat aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa mengenai pengelolaan sampah. Aksi ini menyebabkan kantor Wali Kota dipenuhi sampah sebagai simbol protes atas isu yang telah lama mengganggu masyarakat.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa pemerintah memahami aspirasi masyarakat dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan dalam pengelolaan sampah di wilayahnya.
Respons Pemkot Tangsel terhadap Aksi Unjuk Rasa
Aksi demonstrasi pada Kamis (8/1/2026) mencuat akibat keluhan dari masyarakat terkait tumpukan sampah yang tidak kunjung teratasi. Para mahasiswa mengekspresikan keresahan ini dengan menurunkan sampah dari dua truk ke halaman kantor Wali Kota.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, melaporkan partisipasi sekitar 30 orang dalam demonstrasi tersebut. Aksi dimulai pada pukul 16.00 WIB dan berakhir pada 17.06 WIB, di mana sampah yang ditumpahkan kemudian diangkut oleh petugas.
Tindakan Perbaikan yang Diberikan oleh Pemkot
Kepala Diskominfo, TB Asep Nurdin, mengungkapkan bahwa pengangkutan sampah dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah. Pemerintah setempat menerjunkan armada tambahan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah yang menumpuk.
Asep juga mencatat bahwa TPA Cipeucang sedang dalam tahap penataan. Pengelolaan serta distribusi pengangkutan sampah diatur secara terukur untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dalam penanganan masalah ini.
Strategi Jangka Panjang Pemkot Tangsel dalam Pengelolaan Sampah
Pemkot Tangsel tidak hanya mengandalkan solusi jangka pendek, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah secara holistik. Rencana strategis ini mencakup peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengelolaan sampah.
Selain itu, Pemkot berencana membuka saluran komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Kerja sama dengan daerah lain juga akan dikembangkan serta mengeksplorasi potensi mengolah sampah menjadi energi listrik yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: