Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan adanya enam desa di Aceh yang masih terisolasi pasca bencana. Ia menekankan pentingnya menjangkau masyarakat di wilayah yang aksesnya sama sekali terputus.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Dalam konferensi video pada 24 Desember 2025, Menkes menguraikan fokus pemerintah pada revitalisasi layanan kesehatan, terutama di daerah terisolasi tersebut.
Revitalisasi Layanan Kesehatan
Menkes menjelaskan bahwa tahap pertama revitalisasi layanan kesehatan difokuskan pada rumah sakit yang paling terdampak bencana. 'Layanan kesehatan kita mulai dari rumah sakit duluan. Itu yang paling berat. Tapi alhamdulillah dalam dua minggu sudah mulai berjalan,' ujarnya.
Setelah rumah sakit, tahap kedua akan diarahkan ke layanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan fasilitas kesehatan dasar lainnya. Menurut Menkes, lebih dari 300 titik layanan telah tersedia di seluruh kecamatan untuk memastikan akses kan akses bagi masyarakat.
'Ini kita harapkan sekitar 2,5 minggu lagi selesai. Mereka semua beroperasi, meskipun tidak 100 persen,' ungkap Menkes, menekankan bahwa penting bagi layanan kesehatan tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Identifikasi Desa Terisolasi
Saat ini, fokus utama adalah penanganan enam desa yang belum memiliki akses sama sekali. 'Ada enam desa terisolasi. Orang jalannya saja susah. Aksesnya belum ada sama sekali. Makanannya pun masih harus di-drop,' jelas Menkes.
Desa-desa tersebut meliputi Serule, Desa Alupayung, Jambur Konya, Kelitu, Sintep, dan Gegara. Wilayah ini masih bergantung pada distribusi logistik dari udara serta jalur darurat untuk kebutuhan pangan.
Menkes menekankan bahwa tim relawan kesehatan harus segera diterjunkan ke desa-desa tersebut. Ia menggambarkan, 'Saya minta ini nggak boleh relawan yang cengeng-cengeng. Harus yang kuat, berani, tahan banting.'
Peran Tim Relawan Kesehatan
Tim relawan yang dikirimkan diharapkan dapat tinggal di lokasi selama dua minggu dan melaksanakan berbagai tugas. Menurut Menkes, mereka akan dibekali perlengkapan penting untuk bertahan hidup dan memberikan layanan kesehatan.
'Mereka harus hidup mandiri. Kita bekali tenda, genset, starlink, makanan, BBM, obat-obatan, dan logistik selama dua minggu,' kata Menkes, menekankan pentingnya kemandirian tim relawan.
Menkes menekankan bahwa peran relawan tidak hanya terbatas pada memberikan pengobatan, tetapi juga harus aktif dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat. 'Kerjanya bukan cuma ngobatin atau nunggu pasien. Tapi harus punya inisiatif,' katanya.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: