Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kematian seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Cilegon bukan akibat perampokan. Investigasi awal menunjukkan bahwa kasus ini berpotensi merupakan tindak pembunuhan.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Korban berinisial MAHM adalah anak bungsu dari Maman Suherman, seorang anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon. Penyelidikan kini berlangsung intens, dengan fokus pada detail yang mengarah pada kejadian tersebut.
Detail Kasus dan Penyelidikan
Polres Cilegon telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi dan mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menyatakan, 'Dugaan sementara untuk kasus ini adalah dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit.'
Pihak kepolisian memastikan tidak ada barang berharga yang hilang dari kediaman Maman Suherman. Pemeriksaan menyeluruh menunjukkan bahwa tidak ada kehilangan yang dilaporkan, sebagaimana disampaikan Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, yang mengatakan, 'Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang.'
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.20 WIB saat ayah korban menerima telepon darurat dari anak keduanya yang meminta bantuan. Maman Suherman, mendengar kabar tersebut, langsung meninggalkan tempat kerjanya di Ciwandan dan bergegas menuju kediamannya.
Sesampainya di rumah, Maman menemukan anaknya tergeletak dalam kondisi parah dan bersimbah darah. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida, korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di sana.
Pada saat kejadian, hanya terdapat korban dan kakaknya di rumah. Maman dan istri tidak berada di tempat karena masing-masing sedang bekerja.
Sistem Keamanan dan Tantangan Penyelidikan
Salah satu masalah yang dihadapi polisi adalah kerusakan pada kamera CCTV di rumah yang tidak berfungsi selama dua minggu sebelum insiden tersebut. Akibatnya, tidak ada rekaman yang bisa memberikan petunjuk penting bagi penyelidikan.
Kondisi ini menghambat upaya kepolisian dalam mengumpulkan bukti tambahan. Penyelidikan terus berlanjut untuk mendapatkan fakta-fakta lebih lanjut terkait kematian anak tersebut.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: