Hewan sering kali menunjukkan perilaku yang aneh sebelum bencana alam terjadi. Dari anjing yang menggonggong tak henti hingga kucing yang bersembunyi, tanda-tanda ini membawa pertanyaan menarik tentang kepekaan hewan.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Penelitian menunjukkan bahwa hewan memiliki indra yang jauh lebih tajam dibandingkan manusia. Ini membuat mereka mampu mendeteksi perubahan lingkungan yang tidak terdeteksi oleh kita.
Indra yang Lebih Tajam
Hewan memiliki indra pendengaran dan penciuman yang jauh lebih kuat daripada manusia. Misalnya, anjing dapat mendengar frekuensi suara yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia, sehingga mereka bisa merasakan getaran atau suara yang menandakan bahaya.
Selain itu, banyak hewan seperti ikan dan ular, dapat merasakan perubahan tekanan air dan getaran di tanah. Kepekaan ini memberikan keuntungan tersendiri dalam mendeteksi bencana seperti gempa bumi dan tsunami lebih awal.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Perubahan Perilaku Sebelum Bencana
Sebelum bencana terjadi, banyak hewan menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Contohnya, gajah sering kali berkumpul dan pergi ke tempat yang lebih tinggi sebelum terjadinya tsunami.
Bahkan penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa hewan-hewan ini bisa merasakan ketegangan elektromagnetik yang meningkat sebelum gempa bumi. Perubahan ini halo yang tidak bisa dilihat namun dapat dirasakan oleh mereka.
Hubungan antara Hewan dan Lingkungan
Kepekaan hewan terhadap bencana juga berkaitan erat dengan hubungan mereka dengan lingkungan. Hewan yang hidup di alam liar terhubung secara langsung dengan kondisi alam di sekitar mereka.
Oleh karena itu, ketika terjadi perubahan di lingkungan, seperti peningkatan suhu atau perubahan pola angin, mereka menjadi lebih waspada. Ini berbeda dengan manusia yang sering kali terikat pada rutinitas sehari-hari dan kurang memperhatikan tanda-tanda awal.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: