Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 15:54 WIB

Presiden Prabowo Gelar Rapat Khusus Sebelum Kunjungan ke Sydney

Author

Presiden Prabowo Gelar Rapat Khusus Sebelum Kunjungan ke Sydney

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat khusus di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (11/11/2025). Rapat ini berdampak pada penundaan jadwal penerbangannya menuju Sydney selama dua jam.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk membahas penyerapan anggaran dan penggunaan dana publik.

Peserta Rapat dan Agenda Utama

Rapat tersebut dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Panglima TNI Agus Subiyanto. Fokus utama dari pertemuan ini adalah memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dari anggaran publik digunakan dengan tepat sesuai peruntukannya.

Dalam kesempatan itu, Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya penggunaan anggaran daerah dengan efektif. "Presiden menekankan bahwa setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan harus tepat sasaran dan harus digunakan sesuai periode waktu yang ditetapkan," tulis Teddy dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Prabowo juga meminta Prasetyo untuk mengecek penyerapan anggaran serta penggunaan transfer ke daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kepala daerah mengelola dana publik secara transparan dan akuntabel.

Agenda Kunjungan Ke Sydney

Setelah menyelesaikan rapat, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan kunjungan satu hari ke Sydney, Australia. Dalam kunjungan ini, Prabowo akan bertemu secara tatap muka dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan menghadiri upacara kenegaraan yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn.

Rangkaian pertemuan lainnya juga akan membahas kesepakatan di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, pendidikan, dan kemitraan industri. Kunjungan ini menjadi balasan atas kunjungan Albanese ke Jakarta setelah terpilih kembali pada Mei 2025.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, serta meningkatkan kerjasama di berbagai sektor penting untuk kedua negara.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU