Sabtu, 01 NOVEMBER 2025 • 16:42 WIB

Keseriusan Indonesia Terhadap Proyek Jet Tempur KF-21 dengan Korea Selatan

Author

Keseriusan Indonesia Terhadap Proyek Jet Tempur KF-21 dengan Korea Selatan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan keseriusan Indonesia dalam melanjutkan proyek jet tempur KF-21 dengan Korea Selatan. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan bilateral di Hwabaek International Convention Center, Gyeongju.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa negosiasi untuk proyek ini akan terus berlanjut, dengan fokus pada berbagai aspek pembiayaan dan kualitas yang sensitif.

Pernyataan Resmi Prabowo tentang Proyek Jet Tempur

Dalam diskusi dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, Prabowo menegaskan pentingnya kelanjutan proyek KF-21 bagi kedua negara. "Dalam bidang keamanan, kami telah melanjutkan kerja sama ini. Dan saya pikir kami akan terus membahas tindak lanjut proyek KF-21," ungkap Prabowo.

Dia menekankan bahwa negosiasi akan terus dilakukan antara tim teknis dari kedua negara. Hal ini termasuk pembahasan mengenai kondisi ekonomi, harga, dan skema pembiayaan untuk pengembangan pesawat tempur.

Prabowo juga menambahkan, "Jadi, saya pikir para menteri kami akan terus berdiskusi dengan tim Anda, dan tim teknis kami juga akan melanjutkan hal ini. Dan juga, karena (pembicaraan) kualitas (sangat) sensitif, saya pikir kita perlu membahasnya secara lebih perinci, mungkin tidak di depan media."

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Pentingnya Kerja Sama Ekonomi antara Indonesia dan Korsel

Tidak hanya berfokus pada keamanan, Prabowo juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan ekonomi dengan Korea Selatan. Dia menilai bahwa hubungan ini berjalan dengan baik dan sangat strategis untuk Indonesia.

"Dan saya pikir secara keseluruhan, keterlibatan antara pemerintah kami juga sangat baik. Saya bertemu, saya rasa, sekitar 20, 25 pemimpin industri dan bisnis Korea ketika mereka mengunjungi Indonesia," jelas Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia terbuka untuk partisipasi luas dari Korea Selatan dalam perekonomian nasional. Hal ini menunjukkan niatan dibalik proyek KF-21 yang lebih dari aspek pertahanan.

Kendala dan Isu Pembiayaan Proyek KF-21

Proyek jet tempur KF-21 merupakan hasil dari perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada tahun 2014, yang mengatur pembagian biaya pengembangan antara kedua negara. Indonesia saat ini memiliki kewajiban untuk menanggung 20 persen dari total biaya pengembangan jet tempur tersebut.

Namun, terlambatnya pembayaran dari Indonesia menjadi sorotan, dikarenakan keterbatasan anggaran negara. Indonesia diketahui sempat mengajukan pengurangan pembayaran, yang kemudian disebut-sebut sebagai 'penyesuaian pembayaran.'

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia juga membenarkan adanya diskusi terkait penyesuaian tersebut, dengan Kepala Biro Humas Setjen Kemenhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menyatakan bahwa "...penyesuaian ini sejalan dengan kemajuan kerja sama yang telah dan masih akan dilaksanakan bersama Korea Selatan."

Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU