Senin, 06 OKTOBER 2025 • 19:37 WIB

Keprihatinan Mendalam atas Perlakuan Kasar Terhadap Greta Thunberg

Author

Keprihatinan Mendalam atas Perlakuan Kasar Terhadap Greta Thunberg

Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai laporan perlakuan kasar terhadap aktivis iklim, Greta Thunberg, yang diduga dipaksa mencium bendera Israel.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Stenergard menegaskan bahwa jika laporan tersebut terbukti benar, ini akan dianggap sangat serius, dan kementerian terkait akan berupaya memulangkan Thunberg secepat mungkin.

Pernyataan Resmi dari Kementerian Luar Negeri Swedia

Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menegaskan pentingnya menghormati keselamatan dan hak-hak konsuler warga negara Swedia dalam situasi ini.

Ia menyebutkan bahwa laporan yang mengklaim Thunberg disiksa sangatlah serius, dan pemerintah Swedia berkomitmen untuk memastikan keamanan serta kesehatan Thunberg selama masa penahanan.

Stenergard juga menegaskan bahwa kementerian akan mengupayakan akses konsuler yang lebih lanjut bagi para tahanan, termasuk Thunberg, setelah perwakilannya bertemu dengan beberapa tahanan di hari Jumat.

Ia menyatakan, 'Kementerian Luar Negeri dan kedutaan sedang berupaya untuk memulangkan warga negara Swedia tersebut sesegera mungkin.'

Dugaan Penahanan dan Paksaan Terhadap Aktivis

Thunberg, bersama lebih dari 400 aktivis lainnya, ditahan setelah armada bantuan Global Sumud Flotilla menuju Gaza dicegat oleh pasukan Israel.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Beberapa tahanan telah dideportasi, sementara proses hukum bagi yang lain masih berlangsung, menciptakan ketidakpastian mengenai nasib para peserta.

Berita mengenai tindakan yang dialami Thunberg muncul setelah korespondensi yang diterima oleh publikasi internasional menunjukkan bahwa ia ditahan di sel dengan kondisi sanitasi yang buruk.

Ia dilaporkan tidak mendapatkan makanan dan air yang memadai selama masa penahanan.

Kesaksian Aktivis dan Reaksi Terhadap Kasus Thunberg

Beberapa peserta armada lain mengkonfirmasi adanya penganiayaan yang dialami Thunberg.

Aktivis asal Turki, Ersin Celik, menyatakan, 'Pasukan Israel menyiksa Greta dengan kejam di depan mata kami.'

Ia menambahkan bahwa Thunberg bahkan dipaksa untuk merangkak dan mencium bendera Israel.

Sementara itu, seorang jurnalis Italia, Lorenzo D'Agostino, menambahkan tentang pengalaman serupa di mana mereka dipaksa berpartisipasi dalam tindakan yang tidak manusiawi, yang mengangkat pertanyaan serius mengenai perlakuan pihak berwenang terhadap peserta armada bantuan.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU