Anwar Ibrahim Tekankan Pentingnya Pembebasan Relawan Malaysia yang Ditahan Saat Mengantar Bantuan ke Gaza
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, aktif menghubungi sejumlah pemimpin dunia untuk mendesak pembebasan relawan dan aktivis yang ditahan saat mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Upaya tersebut melibatkan diskusi dengan pemimpin dari Qatar, Turki, dan Mesir untuk menuntut tindakan segera terkait situasi yang dianggap tidak adil ini.
Upaya Diplomasi Global
Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan langsung dengan berbagai pemimpin dunia. Di antara mereka, terdapat Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, serta Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi.
Dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Anwar menyatakan, "Hingga sore ini, saya telah berdiskusi langsung dengan Perdana Menteri Qatar, Presiden Turki, dan Presiden Mesir untuk mendapatkan dukungan mereka dalam menuntut pembebasan segera para relawan dan aktivis Malaysia yang ditahan secara tidak adil."
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Peningkatan Tekanan Internasional
Sehubungan dengan upaya tersebut, Anwar juga melakukan komunikasi erat dengan mitra-mitra kunci lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. Tujuannya adalah untuk mendesak intervensi segera tanpa penundaan terkait situasi yang mengkhawatirkan ini.
Anwar menegaskan, "Saya tegaskan kembali, dengan sekeras-kerasnya, bahwa kekejaman dan tindakan agresi yang dilakukan oleh rezim Israel harus segera dihentikan."
Kemandekan Bantuan Kemanusiaan
PM Anwar mengkritik kondisi yang menghalangi bantuan kemanusiaan menuju Gaza, di mana ia menuntut agar bantuan dapat segera menjangkau rakyat Gaza tanpa hambatan.
Dia menekankan pentingnya pembebasan semua tahanan secara segera dan tanpa syarat, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Israel merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: