Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 11:38 WIB

Dampak Gempa Sumenep: Proses Evakuasi di Ponpes Al Khoziny Menghadapi Tantangan Besar

Author

Dampak Gempa Sumenep: Proses Evakuasi di Ponpes Al Khoziny Menghadapi Tantangan Besar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menginformasikan bahwa gempa Sumenep telah memberikan dampak signifikan pada proses evakuasi korban di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang mengalami ambruk.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Tim SAR terpaksa membuat gorong-gorong sebagai akses untuk menyelamatkan korban karena celah pada reruntuhan bangunan semakin menyempit.

Upaya Evakuasi yang Mendesak

Setelah gempa yang terjadi pada Selasa, 30 September 2025, proses evakuasi semakin sulit karena kondisi bangunan yang runtuh semakin parah.

Suharyanto menjelaskan, 'Reruntuhan yang semula masih ada celah untuk sekitar 30 cm untuk tim evakuasi masuk, menjadi tinggal 10 sampai 15 cm akibat dampak gempa.'

Tim evakuasi juga berhasil menyelamatkan satu santri pada Rabu sore, meski kondisi di lapangan terus menambah tantangan.

'Gempa mengakibatkan runtuhnya pondok tersebut tambah parah sehingga tentu saja proses evakuasi memerlukan upaya khusus,' tambah Suharyanto.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Golden Time dalam Proses Evakuasi

Tim SAR berupaya mengevakuasi korban melalui 15 titik, di mana pada Rabu, 1 Oktober 2025, tujuh korban berhasil dievakuasi, meski dua di antaranya telah meninggal.

Hingga saat ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 107 orang dengan lima orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii menyatakan, 'Sesuai teori, memang 72 jam, namun pada saat kami sudah bisa menyentuh korban, kami telah dapat menyuplai minuman dan vitamin, yang memberikan harapan untuk bertahan lebih lama.'

Urgensi Tindakan Cepat

Golden time menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan waktu berharga dalam menyelamatkan korban bencana, di mana korban dapat bertahan selama tiga hari tanpa makanan dan minuman.

Tindakan pencarian dan penyelamatan harus dilakukan dengan cepat dan tepat untuk memaksimalkan kesempatan selamat bagi korban.

Tim SAR harus bergegas dalam upaya evakuasi sebelum golden time berakhir.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 29 September 2025, dan golden time yang tersisa tinggal sehari hingga Kamis, 2 Oktober 2025, sore.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU