Angkatan Laut Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang berisi bantuan untuk Gaza, menghentikan usaha kapal-kapal internasional menembus blokade yang telah dikenakan Israel. Armada yang melibatkan sekitar 45 kapal ini membawa sejumlah aktivis, termasuk nama terkenal Greta Thunberg.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Sebelum pencegatan, pihak Israel telah memberikan peringatan mengenai larangan memasuki perairan yang diblokade. Kementerian Luar Negeri Israel juga mengkonfirmasi bahwa beberapa kapal dari armada berhasil dihentikan dan penumpangnya dipindahkan ke pelabuhan Israel.
Pencegatan Armada Global Sumud
Pukul 20.30 waktu Gaza, beberapa kapal dari Armada Global Sumud, termasuk Alma, Sirius, dan Adara, dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Israel menekankan bahwa alat pencegatan dilakukan secara aman dan penumpang dipindahkan ke pelabuhan Israel.
Pencegatan ini dilatarbelakangi oleh upaya armada untuk memberikan bantuan kepada Gaza yang tengah mengalami kesulitan. Armada tersebut berisi aktivis yang peduli terhadap keadaan di wilayah tersebut dan bertekad untuk menembus blokade.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Reaksi Global dan Penangkapan Aktivis
Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa, mengungkapkan keprihatinannya dengan menyatakan bahwa 'ratusan orang telah ditangkap secara ilegal dan ditahan secara sewenang-wenang oleh Israel' selama proses pencegatan ini. Pihak yang terlibat dalam armada kemudian mengklaim bahwa tindakan tersebut merupakan pencegatan ilegal dan pelanggaran hak asasi manusia.
Meski pihak Israel menyatakan bahwa Greta dan penumpang lainnya berada dalam keadaan aman, banyak pihak yang berpendapat bahwa pelanggaran kebebasan berlayar merupakan isu serius yang membutuhkan perhatian internasional lebih lanjut.
Tanggapan dari Pihak Terkait
Hamas mengutuk tindakan pencegatan armada di perairan internasional dan menyebutnya sebagai 'kejahatan pembajakan dan terorisme maritim'. Mengingat situasi ini, mereka menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap Israel.
Pemerintah Spanyol dan Italia sebelumnya telah mendesak agar armada bantuan tersebut menghentikan niatnya sebelum mencapai zona eksklusif Israel di lepas pantai Gaza. Hal ini menunjukkan adanya dilema yang lebih luas terkait hak untuk memberikan bantuan kemanusiaan dalam konteks konflik ini.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: