Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 13:19 WIB

Ambruknya Musala di Pondok Pesantren Al Khoziny: Tiga Santri Meninggal Dunia

Author

Ambruknya Musala di Pondok Pesantren Al Khoziny: Tiga Santri Meninggal Dunia

Musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, mengalami ambruk saat salat berjemaah pada Senin (29/9/2025). Kejadian tragis ini mengakibatkan tiga santri meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Peristiwa ini terjadi pada bangunan yang masih dalam tahap pembangunan, dan hingga Selasa (30/9/2025), total ada 98 santri yang menjadi korban dan dirawat di tiga rumah sakit terdekat.

Detail Kejadian dan Korban

Musala yang terletak di asrama putra Ponpes Al Khoziny ambruk saat santri sedang melaksanakan salat berjemaah. Dari insiden tersebut, tiga santri dinyatakan meninggal, termasuk Mochammad Mashudulhaq (14) dan Muhammad Soleh (22) yang mengalami luka parah.

Menurut keterangan dr Atok Irawan, Direktur RSUD Sidoarjo, satu di antara korban harus menjalani amputasi setelah terjebak dalam reruntuhan. "Evakuasi dilakukan cepat di TKP. Tim ortopedi dan anestesi kami lakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan," paparnya.

Hingga kini, total 98 santri telah dilarikan ke rumah sakit, yang terdiri atas 40 santri di RSUD Sidoarjo dan 52 santri di RSI Siti Hajar. Kejadian ini menarik perhatian serius mengingat kondisi pembangunan yang masih berlangsung.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Kondisi Korban di Rumah Sakit

Di RSUD Sidoarjo, 40 santri dirawat dengan kondisi yang bervariasi, dari luka berat hingga ringan. Tercatat tujuh santri mengalami luka berat, sedangkan 29 santri lainnya sudah pulang, di antaranya Mochammad Mashudulhaq yang dinyatakan meninggal.

Sementara itu, di RSI Siti Hajar, total 52 santri dirawat, dengan sepuluh di antaranya masih menjalani perawatan inap. Humas RSI Siti Hajar, dr Erli Mawar Nuraini, menyatakan, "Datanya kemarin 1 santri meninggal, 10 santri masih dirawat inap, 1 santri dirujuk ke Mojokerto, dan 40 santri sudah pulang."

Salah satu santri yang menghembuskan napas terakhir di RSI Siti Hajar adalah Maulana Alfan Abrahimafic (15) asal Surabaya. Kejadian ini menyita perhatian publik, mengingat banyaknya korban.

Tanggapan Pihak Pondok Pesantren

Pihak Pondok Pesantren Al Khoziny menyampaikan permohonan maaf kepada wali santri atas peristiwa yang memilukan ini. Mereka mengungkapkan rasa keprihatinan mendalam dan menekankan bahwa kejadian tersebut merupakan takdir dari Allah.

Pengelola pesantren juga berkomitmen untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab ambruknya bangunan. Mereka berharap agar insiden serupa tidak terjadi di masa mendatang.

Keprihatinan juga datang dari masyarakat setempat, banyak dari mereka yang hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU