Turunnya Saham HYBE Usai Konser Comeback BTS: Fakta Menarik di Baliknya
Saham HYBE mengalami penurunan signifikan setelah konser comeback boy band populer, BTS, pada Sabtu lalu. Penurunan terjadi meski banyak penggemar menantikan penampilan mereka setelah hampir empat tahun vakum.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Harga saham HYBE tercatat di angka 288.500 won, mengalami penurunan sebesar 16,13 persen dari sesi sebelumnya. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran terkait kehadiran penonton yang tidak memenuhi ekspektasi.
Konser bertajuk BTS Comeback Live: Arirang awalnya diperkirakan akan menarik sekitar 260 ribu penonton. Namun, realitasnya hanya sekitar 40.000 yang hadir, menurut laporan pemerintah, sementara HYBE mengklaim ada 104.000 penonton.
Perbedaan angka kehadiran ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan analis, yang mempertanyakan potensi pendapatan dan daya tarik grup tersebut setelah lama tidak tampil. 'Kami tidak berharap jumlah penonton turun drastis seperti ini,' ungkap seorang analis pasar keuangan.
Kritik juga muncul terkait penggunaan anggaran yang besar untuk persiapan acara, mengingat banyaknya personel keamanan yang tampaknya tidak perlu. Hal ini semakin menekan nilai saham HYBE.
Menjelang acara, pihak berwenang mengerahkan sekitar 6.700 petugas keamanan untuk menjaga jalannya konser. Angka ini jauh lebih banyak dibandingkan jumlah yang biasanya digunakan untuk festival serupa.
Untuk konteks, jumlah petugas yang biasanya dikerahkan untuk Festival Kembang Api Yeouido hanya sekitar 3.000. Dalam tugas ini, hadir 72 unit mobil polisi dan 35 tim detektif untuk menjaga keamanan.
Ditambah lagi, 3.400 personel keamanan tambahan dari berbagai instansi dan 4.800 staf dari HYBE terlibat dalam acara ini. Meskipun langkah-langkah tersebut diambil untuk menghindari insiden, keberhasilan pengelolaan acara tetap dipertanyakan.
Sebagai bagian dari persiapan, sejumlah jalan utama di kawasan Gwanghwamun ditutup bagi kendaraan selama beberapa hari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kedatangan penggemar BTS dari berbagai arah.
Beberapa stasiun kereta tidak beroperasi, dengan semua pintu masuk diblokir selama waktu kritis konser, demi menjaga ketertiban umum. Namun, kebijakan ini menyebabkan banyak orang mengalami kesulitan mobilitas.
Meski berbagai langkah pengamanan diambil, kenyataannya hanya sekitar 42 ribu orang yang hadir di lokasi konser. Hal ini menunjukkan adanya ketidakselarasan antara perkiraan dan kenyataan yang terjadi di lapangan.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: