BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 20:58 WIB

Kematian Pertama Akibat Virus Nipah di Bangladesh Sejak 2025

Kematian Pertama Akibat Virus Nipah di Bangladesh Sejak 2025Kematian Pertama Akibat Virus Nipah di Bangladesh Sejak 2025

Pada tanggal 3 Februari 2026, Bangladesh melaporkan kematian pertama akibat virus Nipah dalam waktu hampir setahun. Korban, seorang wanita berusia 45 tahun asal Distrik Naogaon, mengalami gejala serius sebelum meninggal.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Infeksi virus Nipah telah menjadi perhatian serius di negara tersebut. Otoritas kesehatan segera melakukan tindakan pencegahan dan pelacakan kontak untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Kronologi Kejadian Virus Nipah

Kasus ini bermula antara tanggal 5 hingga 20 Januari 2026, ketika korban diketahui mengonsumsi getah kurma mentah. Pada 21 Januari 2026, ia mulai menunjukkan gejala demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Gejala yang dialami korban terus memburuk dengan munculnya anoreksia, kelemahan, muntah, hipersaliva, disorientasi, dan kejang. Pada 27 Januari, kondisi korban semakin parah, sehingga ia tidak sadarkan diri dan dibawa ke klinik lokal.

Setelah dirawat, pada 28 Januari 2026, korban dibawa ke RS Rajshahi, di mana pengambilan spesimen tenggorokan dan darah dilakukan. Malangnya, korban dinyatakan meninggal pada hari yang sama.

Hasil pemeriksaan pada 29 Januari menunjukkan bahwa ia positif terinfeksi virus Nipah, terkonfirmasi melalui metode PCR dan ELISA.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Langkah-Langkah Oleh Otoritas Kesehatan

Menanggapi kematian tersebut, otoritas kesehatan setempat segera melakukan pelacakan kontak terhadap orang-orang yang berinteraksi dekat dengan korban. Teridentifikasi sebanyak 35 kontak erat, terdiri dari 3 orang serumah dan 14 orang dari komunitas yang sama, serta 18 orang di rumah sakit.

Dari jumlah kontak tersebut, enam di antaranya menunjukkan gejala, termasuk tiga orang serumah, dua orang dalam komunitas, dan satu orang di rumah sakit. Semua yang bergejala kemudian menjalani pemeriksaan laboratorium dengan hasil negatif untuk virus Nipah.

Sebagai tindakan preventif, seluruh kontak erat dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama 28 hari dan diharuskan untuk menjalani pemantauan selama dua bulan ke depan. Sampai saat ini, tidak terdapat kasus tambahan yang dilaporkan.

Status Virus Nipah di Bangladesh

Infeksi virus Nipah di Bangladesh bukanlah hal baru dan sudah beberapa kali terjadi. Terutama di Divisi Rajshahi, dengan kasus terakhir yang dilaporkan pada September 2025.

Penyebaran virus ini sering kali dikaitkan dengan konsumsi produk yang terkontaminasi dari hewan, sehingga penting bagi masyarakat untuk waspada terhadap makanan dan minuman yang tidak terjamin keamanannya.

Otoritas kesehatan Bangladesh terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya virus Nipah dan cara pencegahannya. Edukasi yang mendalam mengenai makanan dan lingkungan yang bersih sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kematian Pertama Akibat Virus Nipah di Bangladesh Sejak 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!