Pemikiran Revolusioner Isaac Newton dalam Ilmu Fisika
Isaac Newton adalah sosok yang tak bisa dipisahkan dari kemajuan ilmu pengetahuan, terutama di bidang fisika.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Melalui berbagai karyanya, ia telah membentuk dasar bagi pemahaman fisika klasik yang masih dipelajari hingga saat ini.
Isaac Newton lahir pada 25 Desember 1642 di Woolsthorpe, Inggris, di tengah perubahan sosial dan ilmiah yang signifikan.
Pada saat itu, ilmu pengetahuan mulai mengambil alih dari tradisi mistis yang sebelumnya mendominasi, memperlihatkan perubahan latar belakang yang mendasari pemikiran Newton.
Di Universitas Cambridge, ia menemukan panggilannya dan mulai mengembangkan teori-teori yang kemudian menjadi terkenal.
Setelah dua tahun di rumah akibat penutupan universitas karena wabah, Newton melanjutkan studi dan memperluas ide-ide yang mengubah cara orang melihat dunia.
Newton merumuskan tiga hukum gerak yang sangat fundamental, dikenal sebagai hukum gerak Newton, yang menjadi landasan penting fisika klasik.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Hukum pertama menyatakan bahwa benda yang tidak terpengaruh oleh gaya luar akan tetap diam atau bergerak lurus.
Hukum kedua menjelaskan bahwa percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya yang diberikan, diungkapkan dengan rumus F=ma.
Sedangkan hukum ketiga menunjukkan bahwa untuk setiap aksi, terdapat reaksi yang sama dan berlawanan, membantu menjelaskan interaksi antara benda-benda di alam.
Salah satu kontribusi terbesar Newton adalah penjelasannya tentang gaya gravitasi, yang menyatakan bahwa setiap partikel saling menarik berbanding lurus dengan massa dan terbalik dengan kuadrat jarak.
Konsep ini membawa perubahan signifikan dalam memahami gerakan planet, memfasilitasi penjelasan orbit planet secara ilmiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: