BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 10:19 WIB

Gempa Pacitan: Guncangan M6,4 dan Penjelasannya oleh BMKG

Gempa Pacitan: Guncangan M6,4 dan Penjelasannya oleh BMKGGempa Pacitan: Guncangan M6,4 dan Penjelasannya oleh BMKG

Gempa berkekuatan M6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari, menyimpan banyak informasi penting bagi masyarakat setempat.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Menurut BMKG, meski cukup dirasakan di Pulau Jawa, gempa ini tergolong tidak berpotensi tsunami.

Detail Gempa M6,4 di Pacitan

Gempa terjadi pada pukul 01.06 WIB dan diperkirakan memiliki magnitudo M6,2 berdasarkan data terbaru. Lokasi episentrumnya berada di laut, sekitar 89 km arah Tenggara Kota Pacitan pada kedalaman 58 km.

Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan jenis gempa yang terjadi adalah gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. 'Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),' tambahnya.

Getaran gempa dapat dirasakan secara luas hingga ke Bantul, Sleman, dan Pacitan dengan intensitas IV MMI, di mana banyak penduduk melaporkan merasakan guncangan tersebut. Daerah lain seperti Kulon Progo dan Trenggalek merasakan guncangan dengan intensitas III MMI.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Dampak Gempa di Berbagai Daerah

Daerah lain yang merasakan dampak antara lain Wonogiri, Malang, dan Cirebon, dengan intensitas III MMI yang bisa digambarkan seperti truk yang melintas. Di Tuban dan Jepara, intensitas yang dirasakan hanya II MMI.

Meskipun kekuatannya cukup signifikan, BMKG menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemodelan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. 'Hingga pukul 01.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock,' ungkap Daryono.

Kepastian ini memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di pesisir selatan, yang seringkali khawatir akan dampak tsunami usai gempa besar.

Pentingnya Pemantauan dan Kesadaran Masyarakat

Kejadian gempa ini menjadi pengingat tentang pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam, terutama di wilayah yang berada pada jalur lempeng tektonik. Warga yang tinggal di daerah rawan disarankan untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang.

BMKG terus memantau kondisi seismik dan mengingatkan masyarakat untuk tidak panik. Kesadaran tentang prosedur darurat dapat menurunkan risiko saat bencana terjadi.

Informasi yang cepat dan akurat dari BMKG diharapkan bisa menjaga keselamatan masyarakat, dan mendorong semua pihak untuk tetap waspada, terutama pada saat cuaca buruk yang dapat memperburuk situasi.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gempa Pacitan: Guncangan M6,4 dan Penjelasannya oleh BMKG

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!