BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 20:46 WIB

MUI Berikan Dukungan kepada Indonesia untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian setelah Bertemu Prabowo

MUI Berikan Dukungan kepada Indonesia untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian setelah Bertemu PrabowoMUI Berikan Dukungan kepada Indonesia untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian setelah Bertemu Prabowo

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan dukungannya terkait keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. Keputusan ini mencerminkan komitmen Prabowo dalam memperjuangkan kemaslahatan umat dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, ini menjadi ruang diskusi bagi MUI dan Prabowo mengenai langkah Indonesia di kancah internasional. Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menyinggung tentang pentingnya perjuangan demi kemanusiaan dan memanfaatkan platform Dewan Perdamaian untuk tujuan tersebut.

Pertemuan MUI dan Prabowo di Istana

Pertemuan antara MUI dan Presiden Prabowo berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, di mana MUI menyatakan dukungannya untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. Dalam pertemuan itu, Prabowo memberikan penjelasan rinci terkait keputusan ini kepada MUI.

Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, menegaskan, "Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja. Karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan." Pernyataan ini menggambarkan dukungan MUI terhadap upaya yang dianggap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Momen ini juga dihadiri oleh beberapa organisasi kemasyarakatan Islam, yang menjadi forum untuk mendiskusikan komitmen Indonesia di tingkat internasional. Anwar mencermati adanya kesepakatan dalam memperjuangkan isu kemanusiaan, khususnya yang terkait dengan Palestina.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Komitmen untuk Palestina

Dalam diskusi tersebut, Anwar menyampaikan bahwa Prabowo menunjukkan komitmen yang kuat untuk berjuang dalam kemerdekaan Palestina. Dia menyatakan, "Komitmen Presiden yang pertama ingin benar-benar berjuang di dalam Dewan Perdamaian ini untuk kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat secara penuh."

Janji tersebut tidak terlepas dari upaya membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza. Hal ini juga mencerminkan hubungan Indonesia dengan masalah konflik internasional yang berkepanjangan.

Anwar menekankan pentingnya kolaborasi dengan negara-negara Islam lainnya untuk mencapai tujuan tersebut melalui Dewan Perdamaian. "Beliau melalui organisasi ini bekerja sama dengan negara-negara Islam yang lain untuk berjuang demi perdamaian dunia," ujarnya.

Reaksi dan Perubahan Sikap MUI

Sebelumnya, MUI sempat menyatakan keinginan untuk menarik dukungan dari Dewan Perdamaian, dengan pertimbangan bahwa badan tersebut tidak berpihak pada Palestina. Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, mengingatkan bahwa Board of Peace digagas oleh Presiden Donald Trump yang mendukung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Cholil mengungkapkan kritiknya, "Karena dalam penggagas Trump dan anggotanya ada (Perdana Menteri Israel) Netanyahu yang jelas menjajah dan tidak ada negara Palestina." Ini menunjukkan adanya ketidakpuasan MUI terhadap keterlibatan Indonesia dalam badan tersebut pada awalnya.

Namun, setelah mendengar penjelasan dari Prabowo, pandangan MUI mengalami perubahan. Anwar menyatakan, pernyataan untuk keluar dari Dewan Perdamaian jika tidak ada kemaslahatan merupakan sikap tegas yang perlu dicatat, mencerminkan fleksibilitas MUI dalam beradaptasi dengan situasi.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

MUI Berikan Dukungan kepada Indonesia untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian setelah Bertemu Prabowo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!