BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 28 JANUARI 2026 • 21:45 WIB

Menguak Fenomena Ketidaknyamanan Digital: Dampak FOMO dalam Kehidupan Modern

Menguak Fenomena Ketidaknyamanan Digital: Dampak FOMO dalam Kehidupan ModernMenguak Fenomena Ketidaknyamanan Digital: Dampak FOMO dalam Kehidupan Modern

Di tengah serbuan informasi digital, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin melanda banyak orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Rasa cemas ini seringkali muncul akibat media sosial yang memamerkan momen-momen penting kehidupan orang lain.

Baca juga: Kritik Penangkapan Direktur Lokataru Foundation: Tindakan Sewenang-wenang atau Perlindungan Kebebasan Berpendapat?

Kekhawatiran akan kehilangan pengalaman berharga telah menciptakan tekanan tersendiri, yang dapat berpengaruh pada kesehatan mental individu. Banyak yang merasa terjebak dalam siklus membandingkan diri mereka dengan orang lain.

Definisi FOMO: Apa yang Dimaksud?

Fear of Missing Out, atau FOMO, merupakan istilah yang berakar dari perasaan cemas ketika seseorang merasa ketinggalan pengalaman atau momen berarti yang diunggah oleh orang lain di media sosial. Fenomena ini semakin berkembang seiring pertumbuhan platform-platform digital yang memungkinkan setiap orang untuk berbagi cerita secara real-time.

FOMO dapat muncul dari banyak aspek, mulai dari melihat foto-foto liburan teman di Instagram hingga ajakan ke acara sosial yang tidak bisa dihadiri. Dampaknya, individu cenderung merasa terdesak untuk tidak ketinggalan setiap kesempatan, sekalipun kadang bukan sesuatu yang mereka inginkan.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Dampak Negatif FOMO di Kalangan Pengguna Media Sosial

FOMO dapat memicu kecemasan yang berlebihan dan menurunkan rasa percaya diri seseorang. Ketika orang terus menerus membandingkan diri mereka dengan kehidupan 'ideal' yang ditampilkan di media sosial, perasaan tidak puas kian mendalam tanpa alasan yang objektif.

Banyak individu menjadi terobsesi untuk selalu tampil aktif dan bahagia di platform digital, hingga mengabaikan saat-saat berharga untuk diri sendiri. Ketika interaksi virtual menjadi lebih penting dibandingkan hubungan tatap muka, kesehatan mental pun berada dalam bahaya.

Strategi Mengatasi FOMO dan Meningkatkan Kesehatan Mental

Salah satu cara efektif untuk mengatasi FOMO adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial. Dengan mengurangi frekuensi membuka aplikasi, individu bisa lebih fokus pada aspek-aspek kehidupan yang membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi diri mereka.

Selain itu, penting bagi setiap orang untuk memahami bahwa tidak ada kehidupan yang sempurna. Setiap individu memiliki jalan hidup dan tantangan unik mereka sendiri, sehingga membandingkan diri hanya akan menambah beban mental yang tidak perlu.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menguak Fenomena Ketidaknyamanan Digital: Dampak FOMO dalam Kehidupan Modern

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!