BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 28 JANUARI 2026 • 21:11 WIB

Pendekatan Mitigasi Bencana: Struktural vs Non-Struktural

Pendekatan Mitigasi Bencana: Struktural vs Non-StrukturalPendekatan Mitigasi Bencana: Struktural vs Non-Struktural

Mitigasi bencana merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko terkait bencana alam yang kian meningkat. Dua pendekatan utama dalam mitigasi ini adalah struktural dan non-struktural, masing-masing memiliki manfaat dan tantangannya sendiri.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Memahami perbedaan antara kedua pendekatan ini dapat membantu masyarakat dan pemerintah bertindak lebih cepat dan efektif saat menghadapi berbagai ancaman bencana.

Mitigasi Struktural: Apa Itu?

Mitigasi struktural mencakup usaha fisik yang dilakukan untuk melindungi daerah dari dampak bencana seperti banjir atau gempa bumi. Contoh nyata dari pendekatan ini adalah pembangunan bendungan dan dinding penahan.

Pendekatan ini efektif untuk menciptakan sistem pertahanan yang tangguh terhadap bencana. Namun, keberhasilan mitigasi struktural sangat bergantung pada perencanaan dan pemeliharaan yang baik agar dapat berfungsi secara optimal.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Mitigasi Non-Struktural: Penjelasan dan Contoh

Berbeda dengan pendekatan struktural, mitigasi non-struktural berfokus pada aspek manajemen dan pendidikan. Ini termasuk penerapan kebijakan atau regulasi guna mengurangi risiko, seperti rencana tata ruang yang aman untuk masyarakat.

Contoh lain dari mitigasi non-struktural adalah program pelatihan yang meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Edukasi ini sangat penting untuk membangun ketahanan dan kesadaran akan risiko bencana di antara warga.

Perbandingan dan Keterkaitan Mitigasi

Kedua pendekatan mitigasi, yaitu struktural dan non-struktural, memiliki peran penting dan saling melengkapi satu sama lain. Ketika mitigasi struktural memberikan perlindungan fisik, mitigasi non-struktural membantu membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.

Masyarakat yang lebih memahami risiko dan cara menghadapinya akan cenderung lebih siap saat menghadapi bencana. Oleh karena itu, kombinasi kedua pendekatan ini sangat direkomendasikan untuk mengurangi dampak bencana secara keseluruhan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pendekatan Mitigasi Bencana: Struktural vs Non-Struktural

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!