Pencarian Korban Longsor Cisarua: 34 Jenazah Teridentifikasi dan Proses Berlanjut
Proses pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus berlanjut dengan intensif. Hingga kini, 34 dari total 50 kantong jenazah yang diterima telah berhasil teridentifikasi.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Kombes Hendra Rochmawan dari Polda Jabar menyatakan bahwa sisa jenazah sedang menunggu hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan di RSUD Cibabat Cimahi. Tim menyerukan pentingnya ketelitian dalam identifikasi ini.
Tim DVI Polda Jawa Barat melanjutkan proses identifikasi korban yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu. Kombes Hendra menyatakan, "Yang kemaren malam 50 kantong jenazah, yang sudah teridentifikasi 34, sisanya masih menunggu hasil DNA yang dititipkan di RSUD Cibabat Cimahi."
Proses ini melibatkan pemeriksaan postmortem dan pencocokan data antemortem untuk memastikan keakurasian pengidentifikasian. Elang diyakini dapat memastikan identitas korban dengan tepat, mengingat kompleksitas kondisi di lokasi bencana.
Kombes Hendra juga menegaskan, "Selama masih ada kantong jenazah yang diterima oleh Pos DVI, kami pastikan seluruh proses identifikasi akan diselesaikan secara tuntas." Ini menegaskan komitmen pihak DVI untuk melaksanakan identifikasi dengan ketelitian yang tinggi.
Di hari kelima proses pencarian, tim K9 dari Ditsamapta Polda Jabar terlibat dalam pencarian untuk membantu menemukan korban yang mungkin masih tertimbun. Anjing pelacak ini sangat efektif dalam mempercepat evakuasi di area yang sulit dijangkau.
Kombes Hendra menjelaskan, "Untuk K9 setiap hari selalu turun ya," menandakan bahwa tim ini berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi pencarian.
Tim yang dilengkapi dengan anjing pelacak dan personel terlatih tidak henti-hentinya melakukan upaya untuk menemukan korban yang mungkin masih tertinggal di lokasi bencana.
Polda Jabar telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersabar dan menunggu informasi resmi mengenai perkembangan pencarian dan identifikasi. Tim DVI menekankan pentingnya kehati-hatian selama proses ini.
Kombes Hendra juga mengingatkan akan pentingnya dukungan dari masyarakat dalam proses pencarian dan identifikasi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mempercayakan semua langkah pada tim yang bekerja di lapangan.
Kolaborasi antara tim DVI dan SAR terus dilakukan untuk memastikan bahwa semua jenazah yang ditemukan akan diproses dengan tepat hingga identifikasi dapat diselesaikan sepenuhnya.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: