Menkes Ingatkan Bahaya Minuman Manis Terhadap Kesehatan Ginjal
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, memberikan peringatan serius mengenai dampak konsumsi minuman kemasan manis yang bisa memicu masalah ginjal. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, hampir setengah dari penduduk berusia di atas tiga tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Budi menekankan pentingnya mengurangi asupan gula harian, terutama karena satu produk minuman kemasan mengandung 20-35 gram gula. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes dan berujung pada masalah ginjal yang lebih serius.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa 47,5 persen populasi berusia tiga tahun ke atas konsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari. Selain itu, 43,3 persen mengonsumsi minuman manis antara satu hingga enam kali dalam seminggu.
Hanya 9,2 persen masyarakat yang mengkonsumsi minuman manis dengan frekuensi lebih rendah, mencerminkan betapa minuman manis sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari banyak orang di Indonesia.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa kebiasaan mengkonsumsi minuman manis menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan. "Minuman kemasan manis mana nih yang kamu paling sering minum? Hati-hati ya bisa kena gagal ginjal," tulisnya di akun Instagram resmi.
Beliau menegaskan bahwa batasan konsumsi gula harian untuk orang dewasa adalah 50 gram. Dengan satu minuman kemasan saja, seseorang dapat memenuhi setengah dari batasan tersebut, sehingga penting untuk memperhatikan asupan gula dari berbagai sumber.
Budi Gunadi Sadikin juga mengingatkan bahwa banyak produk yang mengklaim sebagai jus buah ternyata mengandung kadar gula yang lebih tinggi daripada kandungan buah yang sebenarnya. Hal ini dapat menyebabkan kelebihan gula di dalam tubuh yang potensial memicu diabetes.
"Diabetes sering jadi awal masalah ginjal yang berujung pada cuci darah dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia," katanya, seraya mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: