Banjir Melanda Jayanti, Tangerang: 2.884 Warga Terpaksa Mengungsi
Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami banjir parah dengan ketinggian air mencapai 4 meter akibat luapan Sungai Cidurian pada Jumat (23/1).
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Sekitar 2.884 jiwa dari 1.054 keluarga kini terpaksa mengungsi menyusul inundasi yang meluas di wilayah tersebut.
Camat Jayanti, Yandri Permana, mengungkapkan bahwa air mengalami kenaikan signifikan, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 4 meter. Titik terparah terletak di RT 04, RW 03 Perumahan Taman Cikande, di mana banjir mencapai atap rumah warga, memaksa mereka untuk mengungsi.
Sebuah laporan dari tim di lapangan menyebutkan bahwa ratusan rumah di kawasan ini terendam air. Upaya evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan yang menggunakan perahu karet dan rakit bambu.
Kondisi darurat ini membutuhkan perhatian segera, mengingat jumlah rumah yang terendam semakin bertambah. Petugas gabungan bekerja keras untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Hingga saat ini, sekitar 500 warga telah berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, termasuk balai warga dan masjid yang dijadikan tempat pengungsian. Dapur umum dan posko kesehatan didirikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang terdampak.
Logistik yang telah disiapkan dihitung cukup untuk kebutuhan makanan siang dan malam bagi para pengungsi. Yandri memastikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas sosial untuk mendukung distribusi logistik kepada korban banjir.
Kondisi darurat yang dihadapi saat ini menjadi tantangan bagi petugas dan relawan untuk memberikan bantuan secara efektif.
Di Kecamatan Priuk, insiden berbeda juga terjadi, di mana seorang anak bernama Onil (9) hampir tenggelam saat bermain di genangan banjir di Perumahan Mutiara Pluit. Beruntung, Onil berhasil diselamatkan dan dilarikan ke RS Sari Asih Sangiang untuk mendapatkan perawatan medis.
Ibu Onil, Faraz (35), menceritakan bahwa ia berada di lantai dua rumah mereka saat peristiwa itu terjadi. "Alhamdulillah kondisinya sudah sadar dan ditangani oleh pihak rumah sakit," kata Bhabinkamtibmas Polsek Jatiuwung, Aipda Damhuri, yang turut mengawasi situasi di lapangan.
Penanganan cepat ini menunjukkan pentingnya kolaborasi masyarakat dan petugas dalam menghadapi bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: