BREAKING NEWS
|
SABTU, 13/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 15 DESEMBER 2025 • 19:13 WIB

Mengenal Osteoporosis: Penyakit Tulang yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Osteoporosis: Penyakit Tulang yang Perlu DiwaspadaiMengenal Osteoporosis: Penyakit Tulang yang Perlu Diwaspadai

Osteoporosis, yang sering disebut sebagai 'penyakit diam', merupakan kondisi yang dapat melemahkan tulang tanpa gejala yang jelas di awal. Penyakit ini berpotensi meningkatkan risiko patah tulang terutama setelah cedera ringan.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Proses pengeroposan tulang ini umumnya dimulai saat seseorang memasuki usia 40 tahun, dengan efek yang lebih jelas setelah usia 50 tahun. Oleh karena itu, pemahaman tentang osteoporosis sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Penyebab Osteoporosis

Osteoporosis disebabkan oleh proses pengeroposan tulang yang komplek dan tidak hanya terkait dengan rendahnya konsumsi susu. Dr. Daniel Petrus Marpaung, SpOT (K) dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, menekankan bahwa, 'Wanita mulai mengalami yang namanya menopause. Karena hormon estrogennya yang rendah, maka wanita akan mengalami penurunan kepadatan tulang.'

Setelah usia 40 tahun, risiko osteoporosis meningkat, dan semakin jelas setelah usia 50 tahun. Proses ini tidak hanya dialami wanita, meski pria mengalami pengeroposan tulang secara lebih lambat.

Salah satu faktor yang berkontribusi adalah kurangnya aktivitas fisik, yang dikenal sebagai disuse osteoporosis. Menurut Dr. Daniel, 'Itu namanya disuse osteoporosis. Osteoporosis karena mager.' Pengeroposan tulang dapat terjadi ketika tulang tidak mendapatkan beban yang cukup.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Faktor Risiko Osteoporosis

Risiko mengalami osteoporosis juga meningkat pada individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti cedera yang mengharuskan mereka untuk berbaring terlalu lama. Dr. Daniel menjelaskan, 'Mungkin dia pernah cedera di kaki atau mengalami kelumpuhan sehingga tidak bisa melakukan aktivitas.'

Wanita yang menjalani menopause dan pria yang berada dalam usia yang sama lebih rentan terhadap osteoporosis. Namun, orang muda, khususnya generasi Z yang cenderung kurang aktif, juga dapat berisiko.

Selain itu, kekurangan vitamin D dan kalsium turut memperburuk kondisi ini. Vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium, yang mendukung pertumbuhan dan kepadatan tulang.

Dampak Osteoporosis

Meskipun osteoporosis tidak secara langsung menyebabkan kematian, dampak dari disabilitas yang ditimbulkannya dapat berakibat fatal. Dr. Daniel menegaskan, 'Misalnya terjadi patah tulang panggul, terjadi bed rest. Akibatnya pada orangtua itu kurang baik, sehingga terjadi infeksi paru, terjadi dekubitus.'

Ulkus dekubitus, yang sering dialami oleh mereka yang berbaring untuk waktu lama, berpotensi menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan serius. Ini menunjukkan pentingnya penanganan osteoporosis dan pencegahan disabilitas untuk menjaga kualitas hidup.

Oleh karena itu, masyarakat perlu menyadari risiko osteoporosis. Menjaga kesehatan tulang dengan gaya hidup sehat dan aktivitas fisik yang cukup adalah langkah preventif yang sangat dianjurkan.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengenal Osteoporosis: Penyakit Tulang yang Perlu Diwaspadai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!