BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 08 DESEMBER 2025 • 17:24 WIB

Kondisi Kesehatan Pengungsi Akibat Bencana Alam di Sumatera Utara

Kondisi Kesehatan Pengungsi Akibat Bencana Alam di Sumatera UtaraKondisi Kesehatan Pengungsi Akibat Bencana Alam di Sumatera Utara

Ribuan pengungsi di Sumatera Utara mulai menghadapi berbagai masalah kesehatan akibat banjir dan longsor, termasuk penyakit kulit dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data terbaru mencatat jumlah kasus penyakit kulit mencapai 6.433 dan ISPA sebanyak 5.151 hingga 7 Desember 2025.

Baca juga: Kritik Penangkapan Direktur Lokataru Foundation: Tindakan Sewenang-wenang atau Perlindungan Kebebasan Berpendapat?

Kondisi di posko pengungsian dinyatakan sangat memprihatinkan, di mana risiko berkembangnya penyakit menjadi kejadian luar biasa sangat mungkin terjadi jika langkah cepat tidak diambil.

Kondisi Kesehatan di Posko Pengungsian

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, mengemukakan bahwa situasi di posko pengungsian sangat memprihatinkan. Terpaparnya pengungsi oleh berbagai penyakit berbasis lingkungan menjadi perhatian serius dalam situasi darurat ini.

Hingga pukul 13.00 WIB pada 7 Desember 2025, telah tercatat 6.433 kasus penyakit kulit dan 5.151 kasus ISPA, memberikan gambaran dampak serius dari bencana yang melanda.

Penyediaan layanan kesehatan yang memadai sangat penting untuk mencegah penularan dan penyebaran penyakit lebih lanjut, serta untuk menjaga kesehatan komunitas yang sedang sangat membutuhkan.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Potensi Kejadian Luar Biasa (KLB)

Hamid memperingatkan bahwa jika tindakan pencegahan tidak segera dilakukan, risiko perkembangan penyakit ini menjadi kejadian luar biasa akan meningkat. “Kondisi ini dipengaruhi oleh paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang menurun, serta kepadatan dan kelembapan di lokasi pengungsian,” ungkapnya.

Selain penyakit kulit dan ISPA, laporan menunjukkan 1.065 kasus diare dan 755 kasus Influenza Like Illness (ILI), menandakan tingginya risiko penyakit saluran cerna di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan.

Keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai dan pengawasan yang ketat di posko pengungsian menjadi sangat krusial untuk menangani kondisi yang semakin memburuk.

Pentingnya Pemantauan Kesehatan

Dinas Kesehatan memberikan perhatian khusus terhadap risiko meningkatnya berbagai penyakit lain di hari-hari mendatang. Hamid mengingatkan bahwa “peningkatan tempat perindukan nyamuk biasanya terjadi setelah air surut,” yang bisa berkontribusi pada penularan penyakit.

Terdapat juga dua kasus suspek campak yang dilaporkan di Kabupaten Deliserdang dan Tapanuli Tengah, sehingga perlunya pelacakan dan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi-lokasi pengungsian sangat mendesak.

Langkah-langkah proaktif untuk memantau kesehatan pengungsi dan memperbaiki sanitasi dapat membantu mengurangi dampak serius dari situasi ini dan mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kondisi Kesehatan Pengungsi Akibat Bencana Alam di Sumatera Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!