Duka Mendalam Pratama Arhan atas Kepergian Sang Ayah
Pratama Arhan, pesepak bola muda berbakat dari Indonesia, tengah berduka setelah kehilangan ayah tercintanya, Sutrisno Bin Raji, pada Minggu, 7 Desember 2025.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kepergian Sutrisno, yang meninggal akibat penyakit komplikasi, telah menggugah rasa simpati dari seluruh penggemar serta rekan-rekan Arhan di dunia olahraga.
Sutrisno Bin Raji tutup usia di usia 63 tahun setelah berjuang melawan penyakit komplikasi selama beberapa tahun. Berita duka ini disampaikan pertama kali oleh Indra Sjafri, pelatih Timnas Indonesia U-23, melalui media sosialnya.
Indra Sjafri dalam unggahan Instastory-nya menyatakan, "Innalillahi wainnailaihi rajiun, telah meninggal dunia ayahanda Pratama Arhan, Bapak Sutrisno bin Raji." Doa untuk amal ibadah almarhum juga mengalir dari berbagai kalangan.
Kehilangan ini menjadi momen berduka tak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan tim dan para penggemar Pratama Arhan yang turut mengungkapkan rasa duka mereka melalui sosial media.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Melalui akun Instagram-nya, Pratama Arhan mengekspresikan rasa terima kasih kepada semua yang telah memberikan dukungan. Ia menegaskan pentingnya rasa syukur di tengah kesedihan yang mendalam.
Arhan menulis, "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dengan segala kerendahan hati, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga, sahabat, dan orang-orang yang sudah memberikan doa dan perhatian atas berpulangnya ayahanda kami tercinta, Alm. Sutrisno Bin Raji."
Ia juga meminta maaf karena tidak bisa membalas setiap pesan yang diterima dan berharap doa yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Dimas Roni Saputra, saudara Pratama Arhan, menjelaskan bahwa ayah mereka meninggal dunia di rumah sakit setelah berjuang dengan penyakitnya. Dimas menambahkan bahwa kondisi kesehatan almarhum telah menurun selama beberapa tahun terakhir.
"Meninggal jam 6 pagi [Minggu (7/12)], sakit sudah lama, sakit komplikasi. Meninggalnya di rumah sakit," ungkap Dimas.
Keluarga berharap agar kenangan dan perjuangan almarhum terus dikenang oleh semua yang mengenalnya, menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: