BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 13:36 WIB

Keluarga Soeharto Tanggapi Pro dan Kontra Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Keluarga Soeharto Tanggapi Pro dan Kontra Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan NasionalKeluarga Soeharto Tanggapi Pro dan Kontra Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Keluarga Soeharto memberikan tanggapan terkait penetapan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2025. Penetapan ini diiringi dengan banyak pro dan kontra dari masyarakat.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Siti Hardiyanti Rukmana, atau yang lebih dikenal sebagai Tutut Soeharto, merasa masyarakat saat ini semakin pintar dalam menilai sejarah, termasuk masa pemerintahan ayahnya selama 32 tahun.

Pro dan Kontra Penetapan Soeharto

Tutut Soeharto mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini memiliki kemampuan lebih untuk menilai tindakan Soeharto secara objektif. "Saya rasa rakyat sudah makin pintar, mas, apalagi wartawan, pintar-pintar kabeh, bisa melihat apa yang bapak lakukan, bisa menilai sendiri," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta.

Ia menambahkan bahwa perdebatan mengenai penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional adalah bagian alami dari kehidupan berdemokrasi. "Jadi boleh-boleh saja kok kontra tapi juga jangan ekstrem gitu, yang penting kita jaga kesatuan dan persatuan," tuturnya.

Tutut juga meminta kepada pihak-pihak yang tidak setuju untuk mempertimbangkan jasa-jasa Soeharto selama menjabat. Menurutnya, memahami perjuangan Soeharto untuk kepentingan bangsa harus menjadi bagian dari diskusi tersebut.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Penghargaan dan Rasa Syukur Keluarga

Di kesempatan yang sama, Tutut menyatakan rasa syukur keluarga atas pengakuan yang diberikan pemerintah kepada Soeharto. Penghapusan segala kontroversi diharapkan mampu menjadi pengingat akan jasa-jasa Soeharto dalam membangun Indonesia.

Soeharto ditetapkan sebagai pahlawan nasional bersamaan dengan sembilan tokoh lain, termasuk Abdurrahman Wahid dan Mochtar Kusumaatmadja. Penetapan ini dianggap sebagai momen penting dalam sejarah politik Indonesia.

Walau pandangan kontra terus muncul, Tutut tetap optimis akan penilaian objektif dari masyarakat. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya sekadar gelar, tetapi juga diakui sebagai bentuk kontribusi Soeharto di masa lalu.

Menyeimbangkan Pendapat dan Masyarakat Modern

Masyarakat modern diharapkan mampu mengolah informasi secara kritis, terutama mengenai sejarah pemerintahan masa lalu. Kesadaran akan peranan sejarah dalam konteks demokrasi sangatlah penting.

Di era informasi seperti sekarang, rakyat tidak hanya menjadi konsumen berita, tetapi juga memiliki peran dalam mengevaluasi pemimpin dan kebijakan mereka. Tutut percaya bahwa masyarakat kini sudah semakin cerdas dalam menilai.

Pro dan kontra adalah hal yang wajar, namun pemahaman yang mendalam mengenai sejarah diharapkan dapat menciptakan dialog yang konstruktif dan menjembatani perbedaan pandangan.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Keluarga Soeharto Tanggapi Pro dan Kontra Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!