Ketegangan Politik Menjelang Pemilihan Wali Kota New York: Ancaman Trump dan Strategi Cuomo
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghentikan pendanaan federal untuk New York City jika kandidat Demokrat Zohran Mamdani menang dalam pemilihan wali kota mendatang.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dukungan Trump kepada mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, menjelang pembukaan tempat pemungutan suara semakin menambah ketegangan politik yang sudah memanas di kota tersebut.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump mengungkapkan, 'Saya meyakini sepenuhnya bahwa New York City akan menjadi bencana ekonomi dan sosial total jika Mamdani menang.' Ia merujuk kepada Cuomo sebagai 'seorang Demokrat yang punya rekam jejak keberhasilan'.
Trump berpendapat bahwa memilih Cuomo adalah opsi yang lebih baik dibandingkan dengan Mamdani, yang dinilainya sebagai 'komunis tanpa pengalaman dan dengan catatan kegagalan total'.
Lebih jauh, Trump menegaskan, jika Mamdani terpilih, 'sangat kecil kemungkinan saya akan menyalurkan dana federal untuk New York, kecuali dalam jumlah minimum yang diwajibkan.'
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Cuomo tidak secara langsung meminta dukungan dari Trump, tetapi menyatakan, 'Kita tahu Trump akan mengirim Garda Nasional ke New York jika Mamdani menang. Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi.'
Cuomo berusaha memposisikan dirinya sebagai kandidat yang layak bersaing dengan Trump sambil menegaskan, New York memerlukan wali kota yang bisa menjamin mendapatkan dana yang layak.
Mantan Gubernur ini sebelumnya mengundurkan diri akibat kontroversi internasional terkait dugaan pelecehan seksual pada tahun 2021 dan kini berupaya menarik suara konservatif dengan menggandeng retorika anti-sosialis.
Pemilihan wali kota tahun ini menunjukkan lonjakan partisipasi dengan mencapai 735.317 suara awal, angka yang empat kali lipat dari pemilih awal pada tahun 2021, menurut data Dewan Pemilihan Kota New York.
Mamdani memperkenalkan visi progresif untuk kota, termasuk transportasi gratis, pembekuan sewa, dan layanan penitipan anak universal, dengan skema pendanaan berasal dari pajak yang dikenakan kepada warga terkaya.
Seandainya terpilih, Mamdani akan menjadi wali kota Muslim pertama serta orang kelahiran Afrika dan keturunan Asia Selatan yang memimpin New York City, sementara Cuomo lebih mengandalkan dukungan dari kalangan elit bisnis.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: