Penggerebekan Besar-besaran di Rio de Janeiro: 119 Tewas Dalam Operasi Melawan Geng Kriminal
Polisi di Rio de Janeiro, Brasil, baru-baru ini melaksanakan penggerebekan besar-besaran terhadap markas geng Comando Vermelho, mengakibatkan tewasnya 119 orang, termasuk 115 tersangka kriminal dan empat petugas polisi.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Operasi ini dilakukan sejalan dengan usaha Presiden Luiz Inácio Lula da Silva untuk memberantas kejahatan terorganisir menjelang KTT perundingan iklim PBB di Amazon.
Penggerebekan ini berlangsung dari hari Selasa hingga Rabu dan ditujukan kepada Comando Vermelho, sebuah geng yang memiliki pengaruh kuat dalam perdagangan narkoba di Rio de Janeiro.
Presiden Lula menegaskan betapa pentingnya upaya melawan kejahatan terorganisir, menyatakan, "Kita tidak dapat menerima bahwa kejahatan terorganisir terus menghancurkan keluarga, menindas penduduk, dan menyebarkan narkoba serta kekerasan di seluruh kota."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Lebih dari ratusan polisi terlibat dalam operasi ini, didukung oleh helikopter, kendaraan lapis baja, dan drone. Proses ini merupakan hasil perencanaan matang selama lebih dari setahun.
Selama baku tembak antara polisi dan anggota geng, terjadi kepanikan di kalangan warga. Terdapat laporan bahwa Comando Vermelho menggunakan bus-bus yang disita untuk membarikade jalan dan menyerang polisi.
Setelah penggerebekan, para warga menemukan mayat di pinggir hutan kota dengan tanda-tanda kekerasan yang ekstrem. Seorang ibu, Raquel Tomas, menyatakan, "Mereka menggorok leher anak saya, menggorok lehernya, dan menggantung kepalanya di pohon seperti piala."
Pengacara Albino Pereira Neto, mewakili keluarga korban, menekankan bahwa banyak jenazah menunjukkan bekas luka bakar dan tanda penyiksaan lainnya. Ia mengkritik, "Selama operasi, polisi seharusnya menjalankan tugasnya, menangkap tersangka, tetapi tidak mengeksekusi mereka."
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: