BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 13:00 WIB

Meningkatnya Kasus Keracunan Makanan Bergizi di Indonesia

Meningkatnya Kasus Keracunan Makanan Bergizi di IndonesiaMeningkatnya Kasus Keracunan Makanan Bergizi di Indonesia

Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mengakibatkan 6.517 orang mengalami keracunan. Pulau Jawa mencatatkan jumlah kasus tertinggi dengan total 45 kasus keracunan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa data penting ini diperoleh dari pemantauan untuk menilai efektivitas program dan mengatasi permasalahan terkait penyediaan makanan.

Statistik Kasus Keracunan Makanan Bergizi

Statistik terbaru menunjukkan bahwa incident keracunan makanan meningkat seiring berjalannya program MBG. Dalam rapat di Kompleks Parlemen, Dadan mengungkapkan bahwa dari 6 Januari hingga 31 Juli 2025, terdapat 24 kasus keracunan tercatat, sedangkan antara 1 Agustus hingga 30 September 2025, angka tersebut melonjak menjadi 51 kasus.

Dari total 6.517 orang yang terdata, sebaran kasus menunjukkan bahwa wilayah I di Pulau Sumatera mengalami 1.307 kasus, wilayah II di Pulau Jawa mencatatkan 4.207 kasus, termasuk di Garut, dan wilayah III di Indonesia bagian timur sebanyak 1.003 orang.

Data tersebut diperoleh dari pemantauan BGN untuk menilai efektivitas program serta menangani masalah yang muncul dalam penyediaan makanan.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Penyebab Peningkatan Kasus Keracunan

Dadan menjelaskan bahwa peningkatan kasus keracunan dalam dua bulan terakhir tergolong signifikan dan disebabkan oleh pelanggaran terhadap Standard Operating Procedure (SOP) dalam pengelolaan makanan. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.

Beberapa kasus keracunan terjadi akibat pemilihan bahan baku yang dilakukan lebih dari dua hari sebelum penyajian, berpotensi menurunkan kualitas gizi dan keamanan makanan. Waktu pemrosesan hingga pengantaran yang lebih dari enam jam turut menambah risiko kontaminasi.

Kota Bandung sebagai lokasi pelaksanaan MBG juga terpaksa menghadapi masalah, karena ada proses memasak dan pengantaran yang dilakukan tidak sesuai ketentuan, misalnya memasak pada jam 9 tetapi diantarkan hingga jam 12.

Tindakan Perbaikan yang Diperlukan

Dadan menekankan pentingnya perbaikan sistem dan prosedur untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. Ia pun meminta semua pihak terkait dalam program MBG untuk memperhatikan aspek prosedur demi menjaga kualitas dan keamanan makanan.

Implementasi pelatihan bagi pengelola makanan lanjutan perlu dilakukan agar pemahaman mengenai SOP lebih baik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta keamanan makanan bagi masyarakat.

Dadan juga menyampaikan bahwa akan ada pengawasan yang lebih ketat terhadap penyediaan makanan bergizi gratis, guna menjamin keselamatan konsumennya.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Kasus Keracunan Makanan Bergizi di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!