BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 13:09 WIB

Menteri Keuangan Ungkap Besaran Subsidi Energi dan Dampaknya di Indonesia

Menteri Keuangan Ungkap Besaran Subsidi Energi dan Dampaknya di IndonesiaMenteri Keuangan Ungkap Besaran Subsidi Energi dan Dampaknya di Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rincian mengenai harga sebenarnya barang-barang energi yang disubsidi oleh pemerintah, termasuk BBM, listrik, dan gas LPG 3 kilogram.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Kebijakan subsidi ini dirancang untuk menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayar oleh masyarakat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Harga BBM dan Subsidi yang Diberikan

Dalam paparan yang disampaikan, Purbaya menjelaskan bahwa harga solar seharusnya mencapai Rp 11.950 per liter, namun masyarakat dapat membelinya dengan harga Rp 6.800 per liter.

Subsidi yang diberikan pemerintah untuk solar mencapai Rp 5.150 per liter, yang berarti sekitar 43 persen dari harga asli. Total nilai subsidi untuk solar pada anggaran 2024 tercatat sebesar Rp 89,7 triliun, mencakup lebih dari empat juta kendaraan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Subsidi untuk Jenis Energi Lain

Purbaya juga menyebutkan, pertalite, yang seharusnya berharga Rp 11.700 per liter, dijual dengan harga Rp 10.000 per liter, sehingga subsidi yang disediakan pemerintah adalah Rp 1.700 per liter.

Anggaran subsidi ini ditetapkan sebesar Rp 56,1 triliun pada APBN 2024 dan diperuntukkan bagi 157,4 juta kendaraan. Selanjutnya, minyak tanah juga mendapat subsidi yang signifikan, di mana harga aslinya Rp 11.150 per liter, tetapi dijual hanya Rp 2.500 per liter. Subsidi untuk minyak tanah mencapai Rp 8.650 per liter, dengan realisasi anggaran mencapai Rp 4,5 triliun, memberikan manfaat bagi 1,8 juta rumah tangga.

Subsidi Listrik dan Pupuk

Dalam sektor listrik, tarif untuk rumah tangga dengan daya 900 VA disubsidi dari Rp 1.800 per kWh menjadi Rp 600 per kWh, di mana pemerintah menanggung Rp 1.200 per kWh.

Total subsidi listrik di APBN 2024 mencapai Rp 156,4 triliun, bermanfaat bagi 40,3 juta pelanggan. Di sektor pupuk, subsidi untuk pupuk urea mencapai Rp 3.308 per kilogram, menjadikan harga akhir Rp 2.250 per kilogram. Nilai subsidi pupuk dalam APBN 2024 mencapai Rp 47,4 triliun demi mendukung para petani dengan pasokan sebanyak 7,3 juta ton.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menteri Keuangan Ungkap Besaran Subsidi Energi dan Dampaknya di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!