Rabu, 29 APRIL 2026 • 10:46 WIB

Insentif Diberikan Meski SPPG Ditutup Sementara

Author

Insentif Diberikan Meski SPPG Ditutup Sementara

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup sementara masih berhak menerima insentif dari pemerintah.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Insentif yang diberikan mencapai Rp6 juta per hari untuk setiap unit, meskipun operasionalnya dihentikan.

Penutupan SPPG dan Faktor Penyebabnya

Hingga awal April, sekitar 1.720 SPPG berada dalam status penutupan sementara. Jumlah ini mulai berkurang seiring proses perbaikan yang dilakukan di masing-masing unit.

Biasanya, penutupan SPPG disebabkan oleh belum terpenuhinya sejumlah persyaratan teknis, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta sertifikasi laik higienis dan sanitasi.

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan izin operasional kembali kepada unit yang telah memenuhi semua persyaratan. Ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan layanan gizi bagi masyarakat secara umum.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Kualitas Layanan SPPG

Secara keseluruhan, kualitas layanan SPPG dinilai baik dari segi menu dan pelayanan kepada masyarakat. Dadan Hindayana pun menekankan pentingnya proses sertifikasi agar segera rampung.

Beliau mengungkapkan, “Untuk yang ditutup sementara tetap diberi, karena mereka harus mengurus berbagai kebutuhan.” Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung operasional SPPG meski dalam kondisi terbatas.

Dengan dukungan tersebut, SPPG diharapkan tetap bisa memberikan layanan gizi yang optimal bagi masyarakat, sambil menunggu proses perbaikan dan sertifikasi.

Keterlibatan Perguruan Tinggi dalam Program Makan Bergizi Gratis

Sebagai langkah strategis, pemerintah mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Institusi pendidikan tinggi diharapkan berperan aktif dalam pembentukan SPPG.

Contoh konkret dari keterlibatan ini bisa dilihat dari Universitas Hasanuddin (Unhas), yang telah membangun fasilitas SPPG sesuai dengan standar baik dalam pengelolaan dan teknologi.

Melalui langkah ini, perguruan tinggi tidak hanya ikut serta dalam meningkatkan layanan gizi, tetapi juga memberikan wadah praktik bagi mahasiswa di bidang kesehatan masyarakat.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU