Wakil Presiden AS JD Vance memberikan tanggapan terkait unggahan Presiden Donald Trump yang kontroversial, di mana Trump menggambarkan dirinya mirip dengan Yesus Kristus. Vance menjelaskan bahwa unggahan tersebut seharusnya dipahami sebagai sebuah candaan.
Setelah unggahan tersebut memicu berbagai reaksi publik, Trump menghapusnya dan memberikan klarifikasi mengenai niat di balik gambar itu.
Penjelasan JD Vance tentang Unggahan Trump
JD Vance, dalam wawancara dengan Fox News, menyebut unggahan Trump seharusnya dipandang sebagai sebuah lelucon. 'Menurut saya, presiden mengunggah sebuah candaan, dan tentu saja ia menghapusnya karena menyadari banyak orang tak memahami leluconnya,' ungkap Vance.
Ia menekankan bahwa Trump memiliki cara unik dalam berkomunikasi dengan publik, mengabaikan intervensi media. 'Saya justru melihat itu sebagai hal yang baik dari presiden, yaitu ia tidak disaring,' tambahnya.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Reaksi Trump dan Klarifikasi terhadap Vatikan
Setelah menghapus unggahan tersebut, Trump memberikan klarifikasi terkait gambar yang diunggah. 'Saya memang mengunggahnya, dan dalam pandangan saya, itu menggambarkan saya sebagai dokter dan berkaitan dengan Palang Merah,' jelas Trump.
Trump juga mengkritik media dengan menyatakan bahwa mereka adalah penyebar berita palsu yang memelintir makna dari unggahan tersebut. 'Hanya media penyebar berita palsu yang bisa memelintir hal semacam itu,' tegasnya.
Pandangan Vance tentang Hubungan AS dan Vatikan
Vance menyebutkan hubungan antara AS dan Vatikan, menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang alami. 'Kami menghormati Paus dan memiliki hubungan baik dengan Vatikan, tetapi perbedaan pendapat dalam isu substansial adalah hal yang wajar,' katanya.
Ia berharap Vatikan dapat fokus pada isu moral dan urusan internal Gereja Katolik. 'Sedangkan Presiden Amerika Serikat menjalankan kebijakan publik,' terangnya.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: