Iran mengumumkan rencana untuk meningkatkank serangan terhadap Israel, khususnya pada kota-kota besarnya seperti Tel Aviv, dengan rudal yang memiliki hulu peledak lebih dari satu ton.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Hossein Majid, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut juga ditujukan ke fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Strategi Militer Iran
Hossein Majid menekankan bahwa Iran akan menggunakan rudal dengan hulu peledak tidak kurang dari satu ton, menunjukkan peningkatan dalam strategi militer mereka.
Setelah pengumuman ini, Majid memperjelas bahwa semua persediaan rudal kelas berat akan digunakan untuk melakukan serangan besar-besaran terhadap target yang dianggap sebagai ancaman, termasuk Israel dan basis-basis Amerika.
Rudal-rudal seperti Ghadr, Emad, dan Fattah, termasuk Kheibar, telah digunakan dalam serangan sebelumnya, termasuk dalam 'Operation True Promise 4', yang menunjukkan intensitas serangan yang direncanakan.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Keberhasilan Taktis dan Implikasi Diplomatik
Beberapa serangan oleh IRGC menunjukkan bahwa rudal-rudal ini mampu menghindari sistem pertahanan udara canggih seperti Iron Dome dan THAAD yang dimiliki oleh Amerika Serikat, menandakan efektivitas taktis dari senjata-senjata tersebut.
Majid menyebutkan bahwa serangan ini merupakan kebutuhan untuk 'meratakan' fasilitas militer Israel, yang dianggap sebagai langkah penting untuk mengubah keseimbangan kekuatan di daerah tersebut.
Di tengah situasi ini, IRGC menolak membuka ruang negosiasi, yang merupakan respon langsung terhadap pernyataan Presiden AS, Donald Trump, tentang status konflik di Iran.
Konteks Internasional dan Respon Kekuatan Global
IRGC menyatakan bahwa nasib masa depan di kawasan ini berada di tangan angkatan bersenjata mereka, seraya menuduh militer AS tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung lama.
Pernyataan ini mencerminkan tingginya ketegangan di Timur Tengah, di mana intervensi asing semakin kompleks dan dapat memicu reaksi lebih agresif dari Iran.
Majid menekankan, 'Kamilah yang akan menentukan akhir perang,' menunjukkan komitmen Republik Islam Iran untuk terus mempengaruhi arah konflik di kawasan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: