Senin, 09 MARET 2026 • 13:35 WIB

Mendeteksi Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kanan Saat Batuk

Author

Mendeteksi Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kanan Saat Batuk

Nyeri dada sebelah kanan saat batuk dapat menjadi sinyal adanya masalah kesehatan serius. Jika nyeri tersebut berlanjut atau semakin parah, penting untuk memeriksa penyebabnya dengan segera.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kanan

Infeksi saluran pernapasan adalah salah satu penyebab umum nyeri dada sebelah kanan saat batuk. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru atau pleura, menghasilkan rasa nyeri saat bernapas atau batuk.

Masalah muskuloskeletal, seperti ketegangan otot, juga dapat memicu nyeri di area dada. Ketegangan ini sering kali disebabkan oleh aktivitas fisik berlebihan atau posisi tidur yang tidak nyaman.

Emboli paru, yang merupakan penyumbatan di arteri paru-paru, adalah kondisi serius lainnya yang dapat menyebabkan nyeri dada sebelah kanan. Kondisi ini biasanya disertai gejala tambahan seperti sesak napas dan nyeri yang tiba-tiba muncul.

Gastroesofageal refluks (GERD) juga bisa menjadi faktor penyebabnya, di mana asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan rasa nyeri atau sensasi terbakar di dada.

Gejala yang Perlu Dicermati

Ada beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai bersamaan dengan nyeri dada. Misalnya, jika nyeri disertai sesak napas, berkeringat dingin, atau pusing, ini bisa menjadi indikasi kondisi yang lebih serius.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Gejala seperti nyeri menjalar ke lengan kiri atau punggung juga patut dicatat. Ini dapat menunjukkan adanya masalah jantung, sehingga perlu segera mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kemunculan batuk yang disertai dahak bercampur darah harus diperiksakan segera, karena bisa menjadi petunjuk infeksi parah atau kondisi lainnya yang serius.

Jika nyeri dada berlangsung lebih dari beberapa menit tanpa reda, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan medis demi keselamatan.

Pemeriksaan yang Diperlukan

Pemeriksaan awal biasanya dimulai dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dalam langkah ini, riwayat kesehatan, durasi nyeri, dan gejala tambahan akan ditanyakan.

Tes seperti rontgen dada sering dilakukan untuk mengecek adanya masalah di paru-paru. Rontgen dapat membantu mendeteksi penyakit paru, infeksi, atau cairan di rongga dada.

Dokter mungkin merekomendasikan tes laboratorium untuk mengevaluasi fungsi jantung dan memeriksa tanda-tanda infeksi. Ini termasuk tes darah dan EKG untuk memantau aktivitas jantung.

Jika perlu, tes CT scan dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi paru-paru dan struktur di sekitarnya, biasanya untuk kasus di mana gejala tidak kunjung membaik.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU