Senin, 09 MARET 2026 • 13:15 WIB

Teknologi AI Bantu Deteksi Kanker Secara Canggih dan Akurat

Author

Teknologi AI Bantu Deteksi Kanker Secara Canggih dan Akurat

Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini merambah dunia medis dengan menawarkan cara baru untuk mendeteksi kanker dengan lebih akurat dan cepat. Di Indonesia, Siloam berkolaborasi dengan AstraZeneca untuk memperkenalkan solusi ini melalui perangkat lunak Qure.ai.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Langkah ini merupakan upaya untuk menekan angka kematian akibat kanker, terutama kanker payudara dan paru-paru, yang terus meningkat. Menurut data Global Cancer Observatory, kanker payudara menyebabkan lebih dari 22 ribu kematian di Indonesia pada tahun 2020.

Inovasi Teknologi dalam Deteksi Kanker

Kolaborasi Siloam dan AstraZeneca bertujuan untuk mengurangi jumlah kasus kanker di Indonesia. Terutama pada kanker payudara dan paru-paru, dua jenis kanker yang angka kematiannya tinggi.

Data dari Global Cancer Observatory menunjukkan bahwa kanker payudara berada di posisi teratas sebagai penyebab kematian di Indonesia. Inisiatif ini menjadi penting untuk mendorong deteksi dini melalui teknologi canggih.

Esra Erkomay, Country President AstraZeneca Indonesia, menekankan pentingnya deteksi dini, "Deteksi kanker pada tahap lebih awal tidak hanya meningkatkan angka kelangsungan hidup, tetapi juga mengurangi kompleksitas pengobatan."

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Akurasi AI dalam Mendeteksi Kanker Payudara

Penggunaan teknologi AI menghantarkan kemajuan signifikan dalam klasifikasi jenis kanker, khususnya HER2, yang berhubungan dengan pengobatan kanker payudara. Klasifikasi meliputi kategori HER2 negatif, rendah, ultra-rendah, dan positif.

Dokter spesialis penyakit dalam, Dr. Jeffry Beta Tenggara, menjelaskan pula bahwa pemahaman jenis HER2 ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan terapi. "Proses identifikasi jenis HER2 ini dapat mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu."

Menurut data dari American Society of Clinical Oncology (ASCO), akurasi AI dalam mendeteksi kanker payudara mencapai sekitar 92 persen, angka yang cukup signifikan dalam dunia medis.

Peran AI dalam Deteksi Kanker Paru

Selain kanker payudara, solusi AI juga diterapkan dalam mendeteksi kanker paru-paru. Kanker paru umumnya ditandai dengan adanya nodul pada jaringan paru yang berkembang secara tidak terkontrol.

Diagnosis kanker paru sering melibatkan analisis CT scan untuk menemukan nodul, namun proses ini dapat menjadi rumit. Identifikasi nodul tersebut kadang terhambat oleh struktur lain yang ada di sekitarnya.

Dokter spesialis radiologi, Dr. Dewi Tantra Hardiyanto, menambahkan, "AI ini membantu mengidentifikasi pemeriksaan yang kemungkinan normal atau tidak, jadi radiologi dapat mempercepat waktu dan lebih fokus pada kasus-kasus yang abnormal."

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU