Sebuah penelitian dari University of Oxford menunjukkan bahwa gurita memiliki potensi menjadi penguasa Bumi setelah punahnya manusia.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Tim Coulson, ahli biologi yang memimpin studi ini, menyoroti bahwa primata tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi pengganti meski memiliki kemiripan dengan manusia.
Keterbatasan Primata Sebagai Pengganti Manusia
Menurut Coulson, primata, termasuk kera dan monyet, menghadapi berbagai tantangan yang membuat mereka sulit beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Ketergantungan pada jaringan sosial dalam berburu dan pertahanan menghadirkan kesulitan bagi mereka.
Selain itu, populasi primata yang sedikit serta tingkat reproduksi yang rendah mempersulit mereka memenuhi kebutuhan global. Habitat yang terbatas juga menghalangi penyebaran dan adaptasi mereka di berbagai wilayah.
Coulson menggarisbawahi bahwa kecerdasan dan kekuatan sosial primata tidak mencukupi untuk menjadikannya kandidat pengganti manusia yang layak.
Kemampuan Burung dan Serangga Sebagai Alternatif
Burung dikenal memiliki kemampuan untuk beradaptasi di hampir semua belahan dunia dan memiliki ikatan komunitas yang kuat. Namun, Coulson mencatat bahwa mereka tidak memiliki kemampuan motorik yang diperlukan untuk membangun peradaban.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Di sisi lain, serangga mampu membangun struktur kompleks secara kolaboratif. Meski demikian, kemampuan ini lebih berkaitan dengan faktor genetika daripada kecerdasan individu.
Dengan demikian, meskipun burung dan serangga memiliki keunggulan tertentu, mereka masih kurang dalam aspek yang diperlukan untuk peradaban yang kompleks.
Gurita: Makhluk Laut Yang Berpotensi Memimpin
Coulson menilai gurita sebagai kandidat terkuat karena kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah kompleks dan berkomunikasi melalui perubahan warna kulit. Mereka juga dikenal mampu memanipulasi objek dengan baik.
"Ini menunjukkan bahwa dalam kondisi lingkungan yang tepat, mereka bisa berevolusi menjadi spesies pembangun peradaban setelah manusia punah," ungkap Coulson.
Sistem saraf gurita yang tidak terpusat, dengan dua dari tiga neuron berada di lengan, memberikan keunggulan unik. Ini memungkinkan setiap lengan bergerak secara independen tanpa perintah dari otak.
Studi dalam Nature Scientific Reports pada tahun 2022 menunjukkan bahwa gurita mampu menggunakan alat, menyelesaikan tugas bertahap, dan menjelajahi lingkungan baru dengan efektif, bahkan melarikan diri dari tangki mereka untuk mencari pengalaman baru.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: