Selasa, 03 MARET 2026 • 10:55 WIB

Tanggapan China Terhadap Ketegangan di Selat Hormuz dan Isu Rudal Iran

Author

Tanggapan China Terhadap Ketegangan di Selat Hormuz dan Isu Rudal Iran

Pemerintah China merespons penutupan Selat Hormuz yang diakibatkan oleh tindakan militer dari Amerika Serikat dan Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Mao Ning, menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan kawasan tersebut.

Baca juga: Kritik Penangkapan Direktur Lokataru Foundation: Tindakan Sewenang-wenang atau Perlindungan Kebebasan Berpendapat?

Dalam konferensi pers di Beijing, ia mengungkapkan keprihatinan akan dampak penutupan tersebut terhadap perdagangan internasional dan mendesak semua pihak untuk menghentikan aktivitas militer yang berpotensi memperburuk situasi.

Pentingnya Selat Hormuz dalam Perdagangan Global

Selat Hormuz adalah jalur utama perdagangan internasional yang menghubungkan negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia dengan pasar global. Sekitar 20 persen dari total konsumsi minyak dunia melalui jalur ini, menjadikannya sangat penting untuk stabilitas ekonomi global.

Setelah penutupan yang terjadi pada 28 Februari 2026, kondisi di lapangan menunjukkan adanya lonjakan ketegangan. Di pasar Asia, harga minyak melonjak sebesar 13 persen, dengan proyeksi bisa mencapai 100 dolar AS per barel jika penutupan ini berkepanjangan.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Reaksi China terhadap Eskalasi Konflik

Mao Ning menegaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran tidak memiliki otorisasi dari Dewan Keamanan PBB dan melanggar hukum internasional. Ia menegaskan, 'Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya.'

Ia juga menyatakan bahwa China bersedia bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas melalui dialog dan negosiasi.

Penanggapan atas Laporan Penjualan Rudal

Menanggapi laporan tentang pembelian rudal anti-kapal supersonik CM-302 oleh Iran, Mao membantah isu tersebut. Ia mengungkapkan, 'Pemberitaan itu tidak benar,' dan menjelaskan komitmen China untuk memenuhi kewajiban internasional serta menolak penyebaran disinformasi.

Mao juga menekankan kebutuhan mendesak agar semua pihak berhenti melakukan operasi militer yang dapat menyebarkan konflik lebih luas, yang berpotensi memengaruhi keamanan regional dan global.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU