Senin, 02 MARET 2026 • 15:55 WIB

Dampak Konflik Iran- AS Terhadap Ekonomi Indonesia: Sektor Minyak dan Pariwisata

Author

Dampak Konflik Iran- AS Terhadap Ekonomi Indonesia: Sektor Minyak dan Pariwisata

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memperingatkan bahwa konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akan memengaruhi pasokan minyak Indonesia dan sektor logistik. Selain itu, isu ini juga mengancam jumlah wisatawan dari Timur Tengah yang berkunjung ke Indonesia.

Baca juga: Kritik Penangkapan Direktur Lokataru Foundation: Tindakan Sewenang-wenang atau Perlindungan Kebebasan Berpendapat?

Kenaikan harga minyak global diprediksi sebagai salah satu dampak utama dari perang ini, yang berpotensi membahayakan stabilitas ekonomi domestik. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi.

Kenaikan Harga Minyak Dunia

Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa konflik yang baru bertambah bisa berpengaruh signifikan terhadap harga minyak global. Ia mengungkapkan, 'Otomatis akan naik sama seperti saat perang Ukraine kan naik.'

Gangguan pada pasokan minyak diharapkan akan terjadi, terutama akibat potensi penutupan Selat Hormuz. Di sisi lain, Airlangga mencatat bahwa 'supply dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya.'

Harga minyak yang lebih tinggi tampaknya menjadi hal yang tidak terhindarkan di tengah situasi yang memburuk. Dalam hal ini, Airlangga memastikan pemerintah telah melakukan langkah proaktif untuk mengamankan pasokan dari negara lain, termasuk dari perusahaan-perusahaan minyak di AS.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dampak Terhadap Logistik dan Transportasi

Airlangga menyoroti bahwa sektor transportasi dan logistik akan mengalami kendala akibat dari konflik ini. Ia menjelaskan, 'Ja pertama yang terganggu kan pasti supply minyak. Yang kedua transportasi logistik.'

Gangguan pada pasokan minyak bisa berdampak lebih jauh, mencakup seluruh rantai logistik yang krusial bagi perekonomian. Ketidakstabilan pasokan dapat membuat dampaknya terasa di berbagai sektor lainnya.

Pemerintah menyatakan bahwa mereka akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi untuk memastikan distribusi barang dan jasa dapat berlangsung dengan lancar di dalam negeri.

Tantangan bagi Sektor Pariwisata

Sektor pariwisata Indonesia kini menghadapi tantangan signifikan seiring meningkatnya ketegangan internasional. Airlangga mencatat bahwa turisme dari Timur Tengah dapat mengalami kendala besar akibat dari konflik ini.

Ia menambahkan, 'Kita melihat turisme akan sangat terganggu.' Dengan berkurangnya jumlah wisatawan, peluang bagi sektor pariwisata yang sudah rentan menjadi semakin berat.

Oleh karena itu, pemerintah harus berpikir strategis untuk merespons dan mengurangi kerugian dalam sektor ini. Ini termasuk mengembangkan sektor pasar alternatif untuk menggantikan kehilangan yang mungkin terjadi akibat penurunan jumlah wisatawan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU