Jenderal Amir Hatami, Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran, dilaporkan tewas dalam serangan militer yang diluncurkan oleh Israel pada 28 Februari 2026. Hingga saat ini, otoritas Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar tersebut.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Presiden Amerika Serikat mengungkapkan bahwa serangan ini merupakan bagian dari 'operasi tempur besar-besaran' terhadap Iran, yang memicu ancaman balasan dari pejabat-pejabat Iran.
Serangan Militer dan Dampaknya
Media di Israel melaporkan bahwa serangan tersebut telah menargetkan sejumlah lokasi strategis di Teheran. Ledakan terdengar di seluruh ibu kota Iran, serta beberapa daerah lainnya di negara tersebut.
Situasi tak aman ini mengakibatkan banyak warga mengeluhkan listrik dan komunikasi yang terputus di beberapa wilayah. Kondisi ini semakin memperburuk ketegangan yang sudah ada sebelumnya di kawasan tersebut.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Respon Internasional dan Ancaman dari Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pernyataannya menegaskan bahwa AS terlibat dalam operasi militer ini. Ia menyatakan bahwa Iran berusaha untuk kembali mengembangkan program nuklir yang dianggap mengancam keamanan regional dan internasional.
Dalam pernyataannya, Trump memperingatkan pasukan Garda Revolusi Islam Iran, 'Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti.' Pernyataan ini mencerminkan intensitas situasi yang semakin membara.
Situasi di Iran Pasca Serangan
Beberapa pejabat Iran telah memperingatkan akan adanya balasan yang keras terhadap pihak-pihak yang melakukan serangan. Mereka menegaskan bahwa respons negara tersebut 'akan menghancurkan' pihak-pihak yang terlibat.
Sampai saat ini, layanan komunikasi seperti sambungan seluler dan internet di Iran mengalami gangguan total. Hal ini menyulitkan warga untuk mendapatkan informasi terkini dan menjadikan situasi semakin kritis.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: