Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 16:15 WIB

Progres Pembangunan Hunian Sementara di Aceh Utara Mencapai 4.000 Unit

Author

Progres Pembangunan Hunian Sementara di Aceh Utara Mencapai 4.000 Unit

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 4.000 hunian sementara (huntara) yang telah dihuni di Aceh Utara. Sementara itu, 1.000 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Suharyanto menjelaskan bahwa pembangunan total huntara di seluruh provinsi Aceh ditargetkan mencapai sekitar 16.000 unit, namun baru sekitar 10.000 unit yang selesai dibangun hingga saat ini.

Progres Pembangunan Hunian Sementara

Suharyanto menyatakan bahwa salah satu lokasi huntara yang sudah selesai dan dihuni adalah di Kecamatan Seunuddon. "Di Aceh Utara sendiri huntara diusulkan 5.000 unit dan sudah terbangun 4.000 lebih, dan ini terus berlanjut," katanya.

Target pemerintah adalah agar semua hunian dapat ditempati oleh penyintas sebelum Lebaran. "Kita terus berjuang dan mengejar target, karena yang membangun huntara bukan hanya BNPB," ujarnya.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Kerja Sama dalam Pembangunan

Suharyanto menjelaskan bahwa pembangunan huntara melibatkan berbagai pihak, termasuk Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, dan organisasi kemanusiaan. Kerjasama ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan berbagai lembaga dalam mendukung penyintas.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan proses pengumpulan data penyintas yang menginap di tenda. "Saya minta daerah mempercepat datanya, kirim bertahap, agar bisa kita cairkan segera dana bantuan untuk penyintas banjir," tuturnya.

Fokus pada Pemulihan Paska Bencana

Meskipun sudah memasuki bulan ketiga pascabencana longsor dan banjir, pemerintah tetap berkomitmen pada upaya pemulihan. Aceh Utara termasuk salah satu kabupaten yang telah memasuki fase transisi dari status darurat ke pemulihan.

Suharyanto menekankan, prioritas utama saat ini adalah memastikan semua penyintas banjir yang tinggal di tenda dapat segera berpindah ke huntara. Hal ini dianggap sangat penting untuk mendukung pemulihan psikologis dan sosial mereka.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU